Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Foto: Ist

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Foto: Ist

Sederet Langkah Strategis PGN (PGAS) Bikin Sahamnya Kian Atraktif

Selasa, 12 Juli 2022 | 11:00 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah langkah strategis yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN akan menjadi sentimen positif bagi pasar. Mulai dari rencana pemanfaatan bahan bakar gas (BBG) untuk perkeretaapian sampai dengan perluasan pasar ekspor liquefied natural gas (LNG) yang berkolaborasi dengan perusahaan trading asal Singapura.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengungkapkan, secara jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati dinamika aksi korporasi PGN. ”Pemberitaan positif untuk memperkuat pangsa pasar PGN, peningkatan top line (pendapatan) dan bottom line (laba bersih), ini bisa dimanfaatkan pemodal untuk melakukan trading jangka pendek,” ungkapnya.

Dari data riset Mirae Asset Sekuritas, kata Nafan, prospek top line dan bottom line emiten berkode saham PGAS tersebut masih dalam proyeksi tren kenaikan yang progresif. Hal ini dipengaruhi oleh sederet katalis positif dari adanya rencana bisnis yang dilakukan PGAS.

”Tentu saja bila proyek-proyek yang ada ini bisa bantu top line dan bottom line, maka kinerja PGAS bisa mengalami kenaikan secara progresif,” tegasnya.

Baca juga: Nilai Tukar Fluktuatif, Begini Dampak terhadap Prospek Saham PGN (PGAS)

Salah satunya adalah rencana konversi bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke BBG. Optimisme konversi ini meningkat setelah dilakukan uji coba menggunakan sistem diesel dual fuel (DDF) pada moda kereta api pembangkit milik KAI.

Berdasarkan hasil observasi, PT PGN LNG Indonesia yang merupakan anak usaha PGAS telah mencatat uji coba dinamis DDF pada kereta pembangkit Dharmawangsa jurusan Jakarta-Surabaya, yang menunjukkan efisiensi dan nilai substitusi solar oleh gas/LNG sebesar 37%.

Penggunaan LNG oleh perkeretaapian dinilai sangat positif di tengah kenaikan harga BBM dunia, sehingga selain menciptakan efisiensi, KAI juga menjadi lebih ramah lingkungan.

”Harga komoditas minyak memang kita akui sedang naik. Saat harga minyak naik, maka bahan bakar LNG jadi alternatif dan bisa menjadi mitigasi risiko dari kenaikan harga minyak. Ini menguntungkan PGAS bila mereka bisa memanfaatkan pasar LNG,” ucap Nafan.

Katalis positif lainnya adalah pengembangan infrastruktur gas bumi yang dilakukan PGAS akan menyesuaikan dengan rencana pengembangan kawasan industri (KI). Saat ini, berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), terdapat 7 lokasi kawasan ekonomi khusus (KEK) baru yang menjadi potensi pengembangan jaringan gas bumi.

Inisiatif ini dilakukan dalam upaya mendorong pemerataan infrastruktur gas bumi di lokasi-lokasi potensial KI baru. ”Pasti ini dilakukan manajemen PGAS untuk memaksimalkan potensi kawasan industri yang ada,” imbuhnya.

Baca juga: PGN (PGAS) Tergolong Defensif, Target Harga Sahamnya Baru nih!

Lebih lanjut Nafan mengatakan, perkembangan proyek hulu yang ada di Grup Pertamina juga akan membawa angin segar terhadap kinerja PGAS. Salah satunya, proyek small land based-LNG Regasification Terminal di RU V Cilacap dan pembangunan Pipa Senipah-Balikpapan sepanjang sekitar 78 km ke RU V Balikpapan. Sementara, untuk regasifikasi pada pembangkit listrik, saat ini sedang dikebut untuk 10 lokasi di Nusa Tenggara dan Sulawesi Tenggara.

”Selanjutnya untuk kebutuhan pasar internasional, salah satunya di Singapura (komersial dan konsumer), kebutuhannya juga sangat tinggi. Jika PGAS bisa distribusi, maka pendapatannya nantinya juga bisa meningkatkan devisa negara,” ujar Nafan.

Potensi dimaksud bersumber dari kolaborasi PGAS yang saat ini menjalin partnership dengan Gunvor Singapore Pte Ltd (Gunvor). Pada kerja sama ini, PGN dan Gunvor akan menjalankan jual beli LNG di pasar internasional dan memperluas kerja sama bisnis lainnya.

Baca juga: PGN Subholding Gas Pertamina Catat Laba Bersih Rp 1,7 T di Triwulan I 2022

Kerja sama ini telah memasuki proses Master Sales and Purchase Agreement (MSPA) and Confirmation Notice (CN) untuk supply LNG. Supply LNG dari PGN akan melengkapi portofolio LNG milik Gunvor selaku perusahaan trading independen terbesar. Langkah PGAS memperluas pasar internasional ini mendapat dukungan PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Migas.

Dengan sederet sentimen positif tersebut, target harga saham PGAS berdasarkan hasil riset sebelumnya yakni Rp 1.800 per saham, kata Nafan, sudah tercapai. ”Kita lihat secara teknikal dari jangka pendek, PGAS masih di bawah MA20. Sekarang saham PGAS, saya melihat major resistance di level Rp 2.020 yang sifatnya long term,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com