Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Minyak Bergerak Tertekan, Laporan EIA Dinanti Pasar

Rabu, 13 Juli 2022 | 10:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim Riset ICDX menyebut, harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak tertekan. Dibebani oleh sentimen pasca rilisnya laporan API serta usulan penerapan batas harga minyak Rusia termasuk produk turunannya. Meski demikian, potensi memburuknya krisis energi global serta laporan dari OPEC membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Tim Riset ICDX mengatakan, dalam laporan mingguan yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 4.76 juta barel untuk pekan yang berakhir 8 Juli. Untuk stok bensin juga mengalami kenaikan sebesar 2.93 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

Baca juga: Minyak Tergelincir Terseret Reli Dolar

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, IEA mengusulkan agar setiap batas harga yang ditetapkan untuk minyak Rusia harus mencakup produk olahan minyak, ungkap Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol pada hari Selasa dalam acara Sydney Energy Forum. “Pernyataan Birol tersebut mengisyaratkan potensi penjualan minyak Rusia beserta produk turunannya dengan harga diskon, yang diharapkan akan membantu menurunkan lonjakan harga energi saat ini,” tulis Tim Riset ICDX dalam risetnya, Rabu (13/7/2022).

Di hari yang sama, Tim Riset ICDX menambahkan, Birol juga memperingatkan bahwa negara-negara ‘mungkin belum melihat yang terburuk’ dari krisis energi global. Birol menambahkan bahwa tekanan global pada minyak dapat terus berdampak di seluruh dunia hingga akhir tahun. Pernyataan Birol memicu kekhawatiran bahwa situasi keterbatasan pasokan di pasar global berpotensi semakin memburuk.

Baca juga: AS: Kegagalan Penerapan Batas Harga Minyak Rusia Bisa Dongkrak ke US$ 140

Sementara itu, Tim Riset ICDX menjelaskan, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Selasa, OPEC memperkirakan permintaan minyak secara global akan meningkat sebesar 2,7 juta bph menjadi 103 juta bph pada 2023. Namun, kecepatan pertumbuhan tersebut lebih lambat dari 2022 yang mencapai hampir 3,4 juta bph. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan OPEC adalah prospek pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan akan melambat dari 3,5% menjadi 3,2% pada 2023.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tutup Tim Riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com