Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi Dolar
Sumber : Antara

ilustrasi Dolar Sumber : Antara

Euro Kembali Menguat, Dolar Turun Setelah Inflasi AS Melonjak

Kamis, 14 Juli 2022 | 07:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Dolar melemah kembali dari level tertinggi 20 tahun dan Euro rebound menembus paritas pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Menyusul penurunan singkat di bawahnya, setelah data pada Rabu (13/7/2022) menunjukkan inflasi harga konsumen AS melonjak ke level tertinggi lebih dari 40 tahun pada Juni.

Harga konsumen tahunan AS melonjak 9,1% pada Juni, kenaikan terbesar dalam lebih dari empat dekade, membuat orang Amerika merogoh kocek lebih dalam untuk membayar bensin, makanan, perawatan kesehatan, dan sewa.

"Angka pagi ini sangat tinggi. Ini lebih tinggi dari yang diperkirakan dan menunjukkan bahwa inflasi berjalan cepat ke arah yang salah," kata Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli.

Euro jatuh ke US$ 0,999 terhadap greenback setelah data, menembus di bawah level satu dolar untuk pertama kalinya sejak Desember 2002, sebelum memantul kembali ke perdagangan terakhir di US$ 1,006.

Baca juga: Minyak Naik Tipis Pasca Stok AS Meningkat

Mata uang tunggal dipandang memiliki dukungan di area US$ 1. Indeks dolar mencapai 108,59, tertinggi sejak Oktober 2002, sebelum jatuh kembali ke 107,95.

Euro sedang terluka karena kawasan itu menghadapi krisis energi yang dipicu oleh sanksi yang dikenakan pada Rusia karena invasinya ke Ukraina.

"Sanksi yang mencoba menyakiti Rusia juga merugikan Uni Eropa. Mereka berada dalam waktu yang sulit untuk memulai dengan keluar dari pandemi, tetapi lapisan masalah tambahan ini juga membuat Euro kurang menarik,” kata Ahli Strategi Pasar DRW Trading, Lou Brien, di Chicago.

Kekhawatiran tentang prospek Eropa telah meningkat sejak pipa tunggal terbesar yang membawa gas Rusia ke Jerman, Nord Stream 1, memulai pemeliharaan tahunan pada Senin (11/7/2022). Pemerintah, pasar, dan perusahaan-perusahaan khawatir penutupan itu mungkin diperpanjang karena perang Ukraina.

Baca juga: Melemah Dua Hari berturut-turut, Harga CPO Ambruk

Federal Reserve juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih jauh dari rekan-rekannya termasuk Bank Sentral Eropa (ECB). Pedagang meningkatkan taruhan setelah inflasi bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin ketika bertemu pada 26-27 Juli. Kenaikan setidaknya 75 basis poin terlihat hampir pasti.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic pada Rabu (13/7/2022) mengatakan bahwa inflasi Juni yang lebih tinggi dari perkiraan mungkin mengharuskan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan peningkatan 100 basis poin pada pertemuan tersebut.

ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 21 Juli, kenaikan pertama sejak 2011. Depresiasi Euro tidak mungkin mempengaruhi jalur suku bunganya. ECB mengawasi nilai tukar Euro karena dampaknya terhadap inflasi tetapi tidak menargetkan tingkat tertentu, kata juru bicara ECB.

Dolar Kanada naik setelah bank sentral Kanada menaikkan suku bunga acuan dengan poin persentase penuh, mengejutkan pasar dengan kenaikan terbesar sejak 1998. Greenback turun 0,39 % terhadap mata uang Kanada menjadi 1,2967 dolar Kanada.

Dolar AS naik 0,31% terhadap yen Jepang menjadi 137,33, setelah sebelumnya mencapai tertinggi 24 tahun di 137,81. Di pasar mata uang kripto, bitcoin terangkat 2,43% menjadi US$ 19.791.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com