Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

Ekonomi Dunia Melambat, Bagaimana Dampaknya pada Adaro Minerals (ADMR)?

Jumat, 15 Jul 2022 | 12:28 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Perlambatan pertumbuhan ekonomi global bersamaan dengan peningkatan produksi batu bara kokas (coking coal) dari Australia bisa mempengaruhi kinerja keuangan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Isu tersebut bisa menekan harga jual batu bara, dibandingkan perkiraan semula.

Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Hasbie mengatakan, Trimegah memilih untuk merevisi turun target harga saham ADMR dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Penurunan target harga dipengaruhi atas revisi turun target harga jual batu bara kokas (coking coal) sebesar 15% menjadi US$ 286 per ton tahun 2022 dan dipangkas 11% menjadi US$ 215 per ton tahun 2023.

Baca juga: Laba Adaro Minerals (ADMR) Melesat Nyaris 10 Kali Lipat

“Revisi turun harga jual batu bara kokas merefleksikan peningkatan kapasitas produksi dari Australia setelah harga batu bara melesat yang memicu produsen mulai ekspansi kapasitas,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (15/7).

Advertisement

Peningakatan volume produksi tersebut bisa berimbas terhadap peningkatan suplai batu bara global dengan perkirana mencapai 12 juta ton pada 2023, dibandingkan dengan kekurangan pasokan sekitar 6,5 juta ton pada 2021.

Selain faktor tersebut, Hasbie menuturkan, pemangkasan target harga batu bara kokas dipengaruhi atas ekspektasi penurunan permintaan setelah kondisi ekonomi global yang kurang baik yang ditunjukkan peningkatan tingkat suku bunga, penurunan GDP global, dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih rendah.

“Dengan revisi turun target harga batu bara, kami merevisi turun proyeksi laba bersih Adaro Minerals dari US$ 463 juta menjadi US$ 366 juta pada 2022 dan dari 364 juta menjadi US$ 298 juta pada 2023,” terangnya.

Trimegah Sekuritas memperkirakan volume produksi dan penjualan batu bara kokas Adaro Minerals mencapai 3 juta ton pada 2022 dan diperkirakan meningkat menjadi 4 juta ton pada 2023. Sedangkan strippting ratio diprediksi 2,35 kali tahun ini dan meningkat menjadi 2,52 kali tahun depan.

Baca juga: Putra TP Rachmat Ditunjuk Jadi Presdir Adaro Minerals (ADMR)

Trimegah Sekuritas menargetkan laba bersih Adaro Minerals melesat menjadi US$ 366 juta pada 2022 dan US$ 298 juta pada 2023, dibandingkan raihan tahun 2021 US$ 155 juta. Sedangkan pendapatan diprediksi melesat menjadi US$ 860 juta tahun ini dan tahun depan, dibandingkan raihan tahun 2021 sebanyak US$ 460 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com