Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AKR Corporindo.

AKR Corporindo.

3 Faktor Penopang AKR Corporindo

Selasa, 29 September 2020 | 04:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masih memiliki prospek pertumbuhan kinerja keuangan yang baik tahun ini. Pertumbuhan bakal didukung oleh tiga faktor, yaitu peningkatan bauran pelanggan bahan bakar minyak (BBM), penguatan bisnis pendistribusian BBM secara ritel, dan penjualan lahan industri.

Analis Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen AKR Corporindo terungkap bahwa volume pendistribusian BBM perseroan hingga kuartal III-2020 hampir menyamai realisasi kuartal III-2019.

Perseroan juga berhasil meningkatkan bauran pelanggan dari dominasi perusahaan pertambangan ke industri lain. Peningkatan volume pendistribusian juga didukung oleh sektor ritel dan avtur.

Sedangkan dari bisnis penjualan lahan industri, perseroan mempertahankan target penjualan seluas 25-30 hektare (ha) tahun ini.

“Dari data tersebut terlihat bahwa prospek perseroan masih positif tahun ini, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 3.700. Target tersebut juga mempertimbangkan kenaikan margin keuntungan bersih yang diharapkan menopang kenaikan laba bersih tahun ini,” tulis Teguh dalam riset terbaru.

Pabrik AKR Corporindo.
Pabrik AKR Corporindo.

Penjualan BBM perseroan untuk industri diperkirakan tumbuh 25,5% hingga kuartal III-2020. Perseroan juga diyakini berhasil menaikkan margin keuntungan bisnis penjualan BBM hingga kuartal III-2020. Peningkatan tersebut didukung oleh keberhasilan perseroan mendongkrak volume pendistribusian ke pelanggan non-pertambangan.

Adapun target volume penjualan BBM perseroan tahun ini mencapai 2,3-2,4 juta kiloliter. Volume tersebut telah mempertimbangkan penambahan alokasi dana pemerintah untuk penambahan penyaluran fatty acid methyl ester (FAME).

Sedangkan ekspektasi pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini akan ditopang oleh perusahaan patungan perseroan dengan Petronas. Performa penuh perusahaan patungan tersebut baru terlihat tahun depan, apalagi pemerintah berkeinginan untuk memperbanyak penggunaan biodiesel yang menggunakan bahan baku metanol.

Peningkatan volume penjualan perseroan juga bakal didukung oleh keinginan Asahimas untuk menaikkan kapasitas produksi yang diharapkan berdampak pada peningkatan permintaan petrokima AKR tahun depan.

Terkait bisnis penjualan lahan industri di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), perseroan akan menghadapi tantangan berat. Sebab, hingga kuartal III-2020, realisasinya baru mencapai 10-15 ha.

Meski demikian, manajemen perseroan tetap optimistis penjualan lahan industri seluas 25-30 ha tahun ini dapat tercapai.

“Meski Indonesia masih dilanda wabah Covid-19, AKR Corporindo telah menunjukkan perbaikan yang terlihat sejak awal tahun terkait penjualan bahan bakar industri. Ini didukung pulihnya penjualan lahan industri perseroan dan penjualan ritel bahan bakar dan avtur yang menunjukkan peningkatan,” jelas Teguh.

Dia pun memperkirakan lonjakan margin keuntungan kotor (gross margin) perseroan menjadi 11,5% tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar 9,7%.

Begitu juga dengan margin keuntungan bersih (net margin) diharapkan bertumbuh dari 3,3% menjadi 4,9%. Peningkatan margin bakal membuat laba bersih perseroan bertumbuh, meskipun pendapatan diperkirakan turun tahun ini.

AKR Corporindo. Foto: EMRAL
AKR Corporindo. Foto: EMRAL

Laba bersih AKR Corporindo diprediksi meningkat menjadi Rp 998 miliar tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 717 miliar. EBITDA juga diharapkan meningkat dari Rp 1,42 triliun menjadi Rp 1,71 triliun. Namun, pendapatan perseroan diproyeksi turun dari Rp 21,7 triliun menjadi Rp 20,36 triliun.

Sebelumnya, analis UOB Kay Hian Sekuritas Arandi Ariantara mengungkapkan, aktivitas industri kembali mengalami peningkatan setelah pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Dengan sejumlah ekspektasi ini, AKR Corporindo diproyeksikan mampu untuk membukukan volume penjualan BBM sebanyak 724 ribu kiloliter pada semester II tahun ini, sehingga bisa berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan,” tulis Arandi dalam risetnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong UOB Kay Hian Sekuritas untuk mempertahankan proyeksi kenaikan laba bersih AKR Corporindo menjadi Rp 793,7 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu sebanyak Rp 717,2 miliar.

Sedangkan pendapatan perseroan diproyeksi turun dari Rp 21,7 triliun menjadi Rp 17,53 triliun.

Adapun saham AKRA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.600. Target harga tersebut merefleksikan kinerja keuangan perseroan pada semester I-2020 yang sesuai harapan, terbukanya peluang peningkatan kinerja operasional seiring dengan pertumbuhan aktivitas bisnis, dan pembagian dividen tahun buku 2019.

Di lain pihak, analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad mengungkapkan, outlook volume pendistribusian bahan bakar AKR Corporindo diperkirakan tetap tumbuh positif sampai akhir 2020. Hal itu diharapkan berdampak pada peningkatan laba bersih perseroan sepanjang tahun ini.

Prospek pertumbuhan yang lebih baik tersebut mendorong Samuel Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan AKR Corporindo tahun 2020 dan 2021. Target laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 745 miliar menjadi Rp 769 miliar.

Begitu juga dengan perkiraan pendapatan tahun 2020 direvisi naik dari Rp 18,75 triliun menjadi Rp 20,44 triliun.

Ekspektasi membaiknya kinerja keuangan perseroan pada paruh kedua tahun ini didukung oleh proyeksi kenaikan harga jual BBM dan bahan kimia mulai kuartal III-2020.

Hal ini berbeda jauh dengan penurunan drastic harga BBM dan kimia masingmasing 44% dan 20,6% pada kuartal II-2020, sejalan dengan anjloknya harga minyak dunia di pasar global.

Samuel Sekuritas juga merevisi naik target laba bersih AKR Corporindo tahun 2021 dari Rp 875 miliar menjadi Rp 879 miliar. Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 21,64 triliun menjadi Rp 23,25 triliun.

“Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 3.800,” tulis Ilham dalam risetnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN