Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Indoritel Makmur Indoternasional Tbk (DNET). (Foto: beritasatu.com)

PT Indoritel Makmur Indoternasional Tbk (DNET). (Foto: beritasatu.com)

Strategi Indoritel (DNET) demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selasa, 19 Juli 2022 | 13:03 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) optimistis atas prospek entitas anak dan asosiasi di tahun 2022.

DNET sendiri adalah induk usaha atas entitas asosiasi PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) dan induk dari entitas anak, yaitu PT Mega Akses Persada (MAP/ FiberStar)

Pada akhir tahun 2021 pendapatan dari kontrak dengan pelanggan meningkat 72,72% menjadi Rp 844,41 juta dibandingkan tahun sebelumnya (2020) sebesar Rp 488,88 juta.

Baca juga: Semester I, Penerbitan Surat Utang Korporasi Capai Rp 72,7 Triliun

Untuk kinerja bottom line, investasi pada entitas asosiasi terbukti tepat dan menjadi kontributor terbesar pada kinerja laba bersih. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang 2021 tumbuh 186,81% menjadi Rp 943,11 miliar.

Presiden Direktur Indoritel Haliman Kustedjo mengatakan, optimisme perseroan pada kinerja topline berdasarkan keberhasilan realisasi home-connected di 2021 yang telah mencapai 269.727 pelanggan, dengan didukung oleh 31.035 km gelaran kabel fiber optik untuk layanan internet berkecepatan tinggi dengan tingkat realibilitas tinggi. Layanan prima tersebut bahkan sudah menjangkau 135 kota/ kabupaten per 31 Desember 2021.

“Adapun optimisme pada pertumbuhan kinerja berdasarkan kondisi pandemi Covid-19 terkini yang berangsur pulih dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ketat. Pulihnya aktivitas masyarakat baik untuk bekerja, sekolah maupun aktivitas lain akan mendorong kembali roda perekonomian. Hal ini diharapkan berdampak positif pada entitas asosiasi yang bergerak di sektor konsumen dan ritel tersebut,” jelas Haliman dalam paparan publik perseroan, Selasa (19/7/2022).

Pertumbuhan kinerja ini, lanjut dia, tidak lepas dari strategi perseroan yang fokus pada investasi di tiga entitas asosiasi, yakni Indomaret, FAST, ROTI serta entitas anak yakni MAP.

Kebijakan investasi pada entitas asosiasi dan kinerja entitas anak berjalan pada jalur yang tepat, sebagaimana tercermin pada laporan keuangan di kuartal I-2022, perseroan membukukan kinerja positif.

Secara konsolidasi, pendapatan Indoritel pada tiga bulan pertama 2022 tumbuh 66,2% menjadi Rp 225 miliar, dibandingkan kinerja periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 135 miliar.

Haliman Kustedjo mengatakan, pencapaian tersebut tidak lepas dari kinerja entitas anak, PT Mega Akses Persada (MAP) dengan merek dagang jaringan serat optik pita lebar, FiberStar. Dalam hal ini, perseroan berhasil meningkatkan penetrasi pasar di Indonesia sehingga sambungan pelanggan terus meningkat secara eksponensial.

FiberStar pada tahun 2022 ditargetkan memiliki gelaran kabel sepanjang 37.803 km dengan target home connected yang berkontribusi terhadap pendapatan sebesar 327.000 unit atau tumbuh 21,23% yoy.

Haliman Kustedjo menambahkan, pencapaian tersebut membuat Indoritel sebagai perusahaan induk memiliki sumber pendapatan yang solid. Masuknya teknologi baru 5G dan potensi pertumbuhan bisnis berbasis internet of things (IoT) berdampak positif terhadap perseroan.

Indomaret

Indoritel saat ini menjadi salah-satu pemegang saham di PT Indomarco Prismatama (Indomaret), jaringan minimarket terbesar di Indonesia. Adapun total saham yang dimiliki setara 40% dengan total penjualan pada tahun 2021 mencapai Rp 90,6 triliun dan laba bersih Rp 2 triliun menjadikan Indomaret sebagai kontributor terbesar untuk bagian laba bersih entitas asosiasi.

Indomaret yang berawal dari toko pertamanya di Ancol sebagai penyedia kebutuhan sehari-hari pada tahun 1988 kini telah menjelma sebagai pemilik jaringan minimarket terbesar di Indonesia. Pada akhir 2021, tercatat Indomaret sudah memiliki setidaknya 19.500 lebih gerai di seluruh pelosok Indonesia.

Dengan menggunakan system hub & spoke yang menghubungkan distribution center (DC) dan gerai-gerai, setiap DC dilengkapi setidaknya 100 hingga 110 kendaraan yang mengirimkan barang ke gerai-gerai.

Haliman Kustedjo menjelaskan, sepanjang 2021 Indomaret telah melakukan penambahan lebih dari 1.000 gerai dan menambahkan 2 DC yang berlokasi di Cikokol dan Palopo. Keberadaan Indomaret selain mampu menyerap tenaga kerja setempat juga turut mengangkat perekonomian setempat, termasuk pelaku UMKM lokal yang bermitra dengan perseroan.

KFC

Selain Indomaret, Indoritel tercatat sebagai pemilik 35,84% saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Emiten yang mengusung waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) serta Taco Bell tersebut sukses memperkenalkan dan membesarkan brand serta pasar KFC di Indonesia. Dan sejak 2020, mulai mengenalkan brand Taco Bell kepada masyarakat Indonesia.

Emiten dengan market cap sebesar Rp 3,7 triliun tersebut merupakan salah-satu pemilik jaringan waralaba makanan cepat saji terbesar dan terpopuler di Indonesia.  Saat ini KFC memiliki 727 gerai di seluruh Indonesia serta 3 gerai Taco Bell.

Masuknya jaringan Taco Bell di Indonesia pada awal pandemi 2020 mendapat sambutan hangat masyarakat.

Di masa pandemi, FAST melakukan beberapa inovasi dan adaptasi untuk bertahan di tengah pembatasan aktivitas. Layanan take-away, drive-thru, online ordering dan pesan antar menjadi opsi perkuatan penjualan.

Perseroan meyakini, dengan membaiknya penanganan pandemi serta semakin pulihnya aktivitas masyarakat akan berdampak positif. “Pecinta makanan cepat saji KFC dan Taco Bell akan kembali memenuhi gerai-gerai dengan mematuhi prokes yang berlaku,” ungkap Haliman Kustedjo.

Ditambahkan, sepanjang 2021 FAST menambah 10 gerai baru KFC dan 2 gerai baru Taco Bell. Sedangkan di tahun 2022, Perseroan menargetkan akan membuka 15 gerai baru KFC dan 5 gerai baru Taco Bell. Langkah tersebut dipercaya akan berkontribusi positif atas kinerja keuangan Perseroan di tahun-tahun mendatang.

ROTI

Selain Indomaret, Indoritel juga memiliki saham sebesar 25,77% di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Produsen roti dengan merek Sari Roti tersebut kini memiliki market cap sebesar Rp 7,9 triliun dengan pendapatan per akhir tahun 2021 sebesar Rp 3,29 triliun dan laba bersih Rp 281 miliar.

ROTI merupakan produsen roti massal pertama dan terbesar di Indonesia. Total pabrik yang dimiliki tercatat 14 pabrik yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Baca juga: Airasia Ride Segera Meluncur di Indonesia, Bakal Saingi Gojek dan Grab

Haliman Kustedjo menjelaskan bahwa pembangunan pabrik atau penambahan kapasitas produksi sangat penting bagi perusahaan untuk meraih pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ROTI sedang membangun pabrik ke-15 yang berlokasi di Pekanbaru dan diharapkan dapat selesai akhir tahun ini. Dengan sebaran pabrik yang strategis, perseroan mengharapkan dapat terus mengembangkan jaringan distribusi yang menjangkau lebih luas konsumen yaitu keluarga Indonesia.

Sinergi antara entitas anak dan asosiasi akan memungkinkan Indoritel untuk terus meraih peluang-peluang yang ada. Sehingga menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berkontribusi positif atas pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di sektor konsumer dan ritel.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com