Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung memotret monitor perdagangan saham dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pengunjung memotret monitor perdagangan saham dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Gelar IPO, Hetzer Medical Lepas 20% Saham

Kamis, 21 Jul 2022 | 13:14 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Hetzer Medical Indonesia, produsen masker bermerek Evo Plusmed, berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham, dengan menawarkan maksimal 312,5 juta saham atau 20% dari modal dan ditempatkan penuh setelah IPO.

Harga penawaran IPO Hetzer berkisar Rp 125-175, sehingga total dana yang berpotensi diraih sekitar Rp 39-54 miliar. Dana hasil IPO ini akan digunakan perseroan untuk merenovasi gudang menjadi pabrik yang dapat beroperasi dan melakukan pembelian mesin untuk produksi varian masker baru, yaitu duckbill, KN95, KF94, dan N95, serta pembelian bahan baku produksi.

Dengan penambahan produk ini, Hetzer akan memproduksi varian masker yang lebih luas. Adapun produk yang dijual perseroan saat ini sangat beragam, antara lain EVO-5ply Mask, EVO-4D Mask, EVO-3ply Mask, Spark Series, PON Series, masker Merah Putih dan lain-lain.

Perseroan melakukan penjualan secara business to business (B2B), business to government (B2G) maupun direct to customer (D2C). Perseroan mengutamakan penjualan secara langsung ke pelanggan (D2C), karena masyarakat saat ini lebih merasa lebih nyaman, praktis, dan efisien berbelanja menggunakan e-commerce. Ini menjadi pertimbangan perseroan untuk mengutamakan penjualan e-commerce.

Advertisement

Saat ini, merek EVO Plusmed telah menjadi mitra masker medis resmi untuk perwakilan kontigen Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo, KONI untuk PON 2021 Papua, dan MotoGP Pertamina Mandalika 2022.

Penjualan perseroan naik pada 2020 naik 630,26%, namun turun 13,67% tahun lalu. Meskipun demikian, secara kuantitas, penjualan unit masker perseroan justru meningkat. Hal ini disebabkan, karena menurunnya harga penjualan rata-rata per item masker tahun 2021.

“Perseroan yakin, tren penggunaan masker akan tetap berlanjut, meskipun pandemi Covid-19 sudah relatif terkendali per saat ini, karena masyarakat lebih aman dan nyaman bila menggunakan masker di tempat umum dan transportasi publik,” ujar A. Padmono Budi Sanyoto, direktur utama Hezter, dalam keterangan resmi, Rabu (20/7/2022), malam.

Perseroan, kata dia, memiliki keunggulan kompetitif dan memiliki cara pembuatan alat kesehatan yang baik, sehingga hasil produk akhir telah terjamin aspek keamanan, mutu, dan manfaat alat produk perseroan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan perseroan akan melakukan diversifikasi dengan mulai memproduksi alat kesehatan lainnya yaitu tensimeter dan stetoskop mengingat pangsa pasar yang sangat baik di Indonesia.

Jemmy Kurniawan, komisaris utama Hetzer menambahkan, dalam 3-5 tahun ke depan, perseroan melihat pasar industri kesehatan berprospek cerah. Persaingan akan semakin ketat, karena upaya pemerintah menaikkan penggunaan produk kesehatan dalam negeri.

“Saat ini, 93% alkes Indonesia masih diimpor, sedangkan penggunan produk lokal hanya 7%. Kami berupaya untuk menjadi pelopor untuk mengisi kebutuhan produk lokal yang tidak boleh diimpor lagi,” kata dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com