Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gedung Kantor PT PP Tbk (PTPP). (Foto: Perseroan)

Gedung Kantor PT PP Tbk (PTPP). (Foto: Perseroan)

PTPP dan Entitas Milik Anthoni Salim Bentuk 2 Perusahaan Patungan Pengelolaan Air di Batam

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:30 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) dan PT Moya Indonesia membentuk dua perusahaan patungan, yakni PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menjelaskan, tanggal kejadian pembentukan dua perusahaan patungan itu pada 25 Juli 2022.

Baca juga: IPO, Utama Radar (RCCC) Tetapkan Harga Rp 135, Simak Jadwalnya!

“Maksud dan Tujuan dibentuknya PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir ialah berusaha dalam penampungan, penjernihan, dan penyaluran air minum serta sebagai tindak lanjut atas penetapan pemenang lelang kerja sama penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hulu dan Hilir Batam oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam),” jelas Bakhtiar dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (27/7/2022).

Adapun, untuk modal dasar usaha patungan PT Air Batam Hulu sebesar Rp 80 miliar dan modal yang telah ditempatkan dan disetor Rp 20 miliar. Di mana, PTPP memiliki porsi kepemilikan saham 40% atau Rp 8 miliar dan PT Moya Indonesia sebanyak 60% atau Rp 12 miliar.

Sementara, untuk modal dasar usaha patungan PT Air Batam Hilir sebesar Rp 80 miliar dan modal yang telah ditempatkan dan disetor Rp 20 miliar. PTPP di sini memiliki porsi kepemilikan 40% atau setara Rp 8 miliar dan PT Moya Indonesia sebanyak 60% dari modal ditempatkan dan disetor atau setara dengan Rp 12 miliar.

Bakhtiar menjelaskan, penyertaan saham perseroan dalam PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir dicatat dalam buku perseroan sebagai penyertaan dalam perusahaan asosiasi.

“Pembentukan usaha patungan ini turut menunjang kegiatan usaha perseroan di mana perseroan akan memperoleh recurring income dari pernyataan tersebut sehingga memperkuat keuangan perseroan, tidak ada dampak hukum dan tidak akan mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan,” terang Bakhtiar.

Baca juga: Industri Pariwisata Pulih, Saham Panorama (PANR) Bakal Diangkat ke Rp 400?

Untuk diketahui, Moya Indonesia berada di bawah Moya Holdings Asia Ltd yang 73% sahamnya dikuasai oleh Tamaris Infrastructure, 13% oleh Gateway, dan 14% oleh publik. Anthoni Salim masuk di Moya Holdings melalui Tamaris Infrastructure. Adapun, Moya Holdings Asia merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efek Singapura.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com