Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Dian Swastatika (DSSA) Divestasi 6% Saham Smartfren (FREN), Alibaba Masuk?

Rabu, 27 Juli 2022 | 19:38 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melepas sebanyak 6% atau setara dengan 19,6 miliar saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Sedangkan tujuan transaksi untuk kolaborasi bisnis. Apakah Alibaba masuk menjadi pemegang saham FREN?

Manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) memang belum mengungkapkan nama pembeli 6% saham FREN tersebut. Yang disebutkan hanya tujuan transaksi adalah untuk kolaborasi bisnis.

Saham tersebut dilepas pada harga pelaksanaan Rp 77 per saham, sehingga total dana yang dihimpun senilai Rp 1,5 triliun. Transaksi tersebut telah dilaksanakan pada Selasa (26/7/2022) melalui pasar negosiasi dengan pembeli investor asing.

Baca juga: Investor Asing Crossing Beli Saham Smartfren (FREN) Rp 1,5 Triliun

“Penjualan saham tersebut mengakibatkan kepemilikan saham Dian Swastatika berkurang dari 72,59 miliar atau 23% menjadi 52,98 miliar atau 17% saham FREN,” tulis Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Susan Chandra dalam penjelasan resmi, Rabu (27/7/2022).

Sebelum aksi tersebut dilakukan, Dian Swastatika Sentosa melalui anak usahanya, PT DSSE Energi Mas Utama, mengonversi obligasi menjadi saham FREN. Susan mengungkapkan bahwa pengkonversian obligasi wajib konversi (OWK) itu dilakukan pada 11 Juli 2022.

“DSSE Energi Mas Utama (EMU), entitas anak perseroan, telah mengkonversi obligasi wajib konversi Smartfren Telecom yang dimilikinya menjadi saham. Saham hasil konversi ini telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 Juli 2022,” jelasnya dalam keterbukaan informasi.

Dia melanjutkan bahwa, dengan konversi ini, kepemilikan saham perseroan dan EMU dalam Smartfren menjadi sekitar 23%. “Investasi ini akan dicatatkan dalam laporan posisi keuangan perseroan,” papar Susan.

Smartfren meraih keuntungan dalam tiga bulan pertama tahun 2022 ditopang oleh pendapatan yang lebih tinggi. Operator telekomunikasi tersebut mencatatkan laba sebesar Rp 24,98 miliar (US$ 1,7 juta) pada periode Januari-Maret, dibandingkan dengan kerugian Rp 396,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Minat Alibaba

Sebelumnya, raksasa teknologi Tiongkok, Alibaba dikabarkan bakal berinvestasi di Smartfren Telecom , bagian dari Grup Sinar Mas. Alibaba, seperti dilaporkan Deal Street Asia, Selasa (26/7/2022), akan mengucurkan dana lebih dari US$ 100 juta untuk memuluskan rencana tersebut.

Dengan potensi investasi, Alibaba terlihat akan memperdalam eksposurnya di pasar Indonesia dengan memanfaatkan salah satu konglomerat terbesar dan ekosistemnya yang luas yang mencakup komunikasi dan teknologi, kertas, agribisnis, layanan keuangan, dan infrastruktur.

Baca juga: Alibaba Lirik Investasi di Smartfren (FREN) Lebih dari US$ 100 Juta

Alibaba berencana untuk bermitra dengan konglomerat berkantong tebal di pasar Asia Tenggara saat grup tersebut menghadapi pengawasan ketat peraturan di pasar asalnya, kata seorang pakar industri. Alibaba telah hadir di Indonesia melalui PT Akulaku Silvrr Indonesia, bagian dari e-commerce dan keuangan digital Akulaku Group. Akulaku mengendalikan 25,66% dari PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).

Investasi yang diusulkan Alibaba di ekosistem Sinar Mas mengikuti masuknya terakhir baru-baru ini sebagai pemegang saham ke pemain fintech DANA, sebuah JV antara konglomerat Indonesia Emtek dan Ant Financial Alibaba.

Meskipun investasi yang diusulkan oleh Alibaba mungkin baru, Smartfren sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan unit yang terkait dengan ekosistem perusahaan teknologi Tiongkok tersebut. Pada Desember tahun lalu, Smartfren mengumumkan kerja sama antara anak perusahaannya, PT SF Digital Commerce dan Fonixtree Digital Singapore Ltd (FDSL).

FDSL berafiliasi dengan Whale Cloud Technology Co Ltd, bagian dari ekosistem Alibaba dan mitra penting layanan perangkat lunak Alibaba Cloud, kata Direktur Smartfren Antony Susilo dalam laporan tertulis di BEI saat itu.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com