Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anak Usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yaitu PT Pamapersada Nusantara. Foto: Perseroan

Anak Usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yaitu PT Pamapersada Nusantara. Foto: Perseroan

Laba Bersih United Tractors (UNTR) Terbang 129,3%

Kamis, 28 Jul 2022 | 20:39 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengantongi laba bersih Rp 10,4 triliun pada semester I-2022, melesat 129,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,5 triliun. Capaian ini seiring kenaikan pendapatan bersih secara konsolidasi sebesar 62% menjadi Rp 60,4 triliun.

Pendapatan United Tractors sepanjang enam bulan pertama tahun ini paling besar berasal dari unit usaha mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, masing-masing 29%, 33%, dan 31% terhadap total pendapatan.

Dari unit usaha mesin konstruksi, perseroan mencatatkan volume penjualan alat berat Komatsu sebanyak 2.873 unit pada semester I-2022, naik 111% (yoy) dari 1.361 unit. Manajemen menjelaskan, peningkatan penjualan alat berat didorong oleh peningkatan permintaan dari semua sektor utama pengguna alat berat.

Baca juga: Laba Bersih Astra (ASII) Melonjak 106%

Advertisement

“Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebanyak 61% diserap sektor pertambangan, 18% sektor konstruksi, 12% sektor kehutanan, sisanya 9% ke sektor perkebunan,” jelas manajemen United Tractors, yang dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (28/7/2022).

Masih di unit usaha yang sama, pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat naik hingga tengah tahun ini, naik 36% menjadi Rp 4,8 triliun. Sedangkan penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks turun dari 289 unit menjadi 258 unit, serta penjualan produk Scania turun dari 346 unit menjadi 111 unit.

Manajemen menjelaskan, penurunan penjualan pada kedua merek tersebut disebabkan kendala pasokan produk. Secara keseluruhan, pendapatan unit usaha mesin konstruksi pada semester I-2022 sebesar Rp 17,4 triliun, meningkat 86% (yoy) dari Rp 9,4 triliun.

Pada unit usaha kontraktor penambangan, yang dijalankan PT Pamapersada Nusantara (PAMA), UNTR membukukan pendapatan Rp 20 triliun pada semester pertama tahun ini, naik 29% dibandingkan periode sama tahun lalu.

PAMA mencatatkan penurunan volume produksi batu bara sebesar 13% dari 58 juta ton menjadi 50 juta ton. Sedangkan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) naik 7% dari 410 juta bank cubic meter (bcm) menjadi 437 juta bcm, dengan rata-rata strip ratio 8,7 kali meningkat dari 7,1 kali.

Pada unit usaha pertambangan batu bara, UNTR memperoleh penjualan 5,8 juta ton per 30 Juni 2022, termasuk 1,3 juta ton batu bara kokas. Pendapatan dari PT Tuah Turangga Agung (TTA) ini turun 8% (yoy) dari 6,3 juta ton karena ada larangan ekspor sementara pada Januari 2022.

Baca juga: Investasi Astra (ASII) di GOTO Berbuah Manis

“Namun demikian, karena meningkatnya rata-rata harga jual batu bara, pendapatan unit usaha pertambangan batu bara meningkat 149% dibandingkan periode sama tahun 2021 menjadi Rp 18,7 triliun,” jelas manajemen.

Sementara itu, unit usaha pertambangan emas UNTR periode Januari-Juni 2022 menorehkan penjualan 144 ribu ons dari tambang emas Martabe yang dioperasikan PT Agincourt Resources (PTAR). Perolehan tambang emas di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara tersebut turun 18% dari periode sama tahun 2021 sebesar 176 ribu ons.

“Pendapatan bersih unit usaha pertambangan emas sampai dengan bulan Juni 2022 turun sebesar 10% menjadi Rp 3,9 triliun,” tulis manajemen UNTR.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com