Menu
Sign in
@ Contact
Search
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Keren! Laba Vale Indonesia (INCO) Melambung Tinggi

Kamis, 28 Juli 2022 | 21:20 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten pertambangan nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 150,45 juta atau setara Rp 2,25 triliun pada semester I-2022, melesat 155% dibanding paruh pertama tahun lalu US$ 58,78 juta.

“Laba kami tetap positif dalam siklus komoditas yang sulit ini, karena kami fokus pada upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Selain itu, perseroan telah diuntungkan oleh kondisi harga nikel yang baik pada kuartal ini,” kata CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy dalam keterangan resmi, Kamis (28/7/2022).

Febriany mengungkapkan, pendapatan perseroan sepanjang Januari-Juni 2022 tumbuh 36,05% menjadi US$ 564,53 juta dibanding periode sama 2021 yang sebesar US$ 414,95 juta. Kenaikan pendapatan terjadi di tengah penurunan volume produksi perseroan.

Baca juga: Vale (INCO) Gandeng Ford Garap Proyek Nikel di Sulawesi 

Dia menyebut, volume produksi INCO lebih rendah 13% pada semester pertama 2022 dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal itu disebabkan adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4. Pekerjaan pembangunan kembali itu sendiri telah selesai dilakukan dan tanur mulai memanas sejak 18 Juni 2022.

Febriany menerangkan, INCO merealisasikan harga jual rata-rata sebesar 40% lebih tinggi pada kuartal II-2022, yang berdampak pada naiknya pendapatan sebanyak 40% dibanding kuartal terakhir. "Beban pokok pendapatan meningkat dari US$ 142,3 juta pada kuartal I-2022 menjadi US$ 213,9 juta di kuartal II-2022, terutama didorong oleh harga komoditas dan royalti yang lebih tinggi," tutur dia.

Menurut Febriany, perseroan berhasil menekan konsumsi batu bara pada kuartal II-2022, yang diimbangi dengan konsumsi HSFO yang lebih tinggi. Pada kuartal tersebut, baik harga HSFO, diesel, maupun batu bara meningkat signifikan masing-masing sebesar 21%, 22% dan 49% bila dibandingkan dengan kuartal I-2022.

"Bahan bakar minyak dan batu bara merupakan beberapa item biaya produksi terbesar PT Vale," tegas dia.

Sementara itu, EBITDA Vale Indonesia pada kuartal II-2022 mencapai US$ 163,4 juta, lebih tinggi dibanding kuarta I-2022 sebesar US$ 116,2 juta. Kas dan setara kas perseroan pada 30 Juni 2022 dan 31 Maret 2022 masing-masing sebesar US$ 585,9 juta dan US$ 518,0 juta.

Baca juga: Harga Nikel Tetap Menjanjikan, Begini Pandangan Analis terhadap Saham Antam (ANTM)

"Pada kuartal II-2022, Vale mengeluarkan belanja modal sekitar US$ 44,8 juta, lebih tinggi 6% dibanding belanja modal yang dikeluarkan pada tiga bulan pertama 2022. Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas," jelas Febriany.

Dia menegaskan, perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing. Hal itu dilakukan tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan jiwa, serta menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com