Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi  harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Harga Minyak Ditutup Beragam di Tengah Kekhawatiran Resesi

Jumat, 29 Juli 2022 | 07:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak beragam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Karena dominasi kekhawatiran resesi yang akan menekan permintaan energi mengimbangi persediaan minyak mentah AS yang lebih rendah dan kenaikan dalam konsumsi bensin.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September kehilangan 84 sen atau 0,9%, menjadi menetap di US$ 96,42 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 52 sen atau 0,5%, menjadi ditutup pada US$ 107,14 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pergerakan harga minyak tersebut terjadi ketika data produk domestik bruto (PDB) AS yang suram memicu kekhawatiran bahwa potensi resesi ekonomi akan membahayakan permintaan energi.

Baca juga: Laba TotalEnergies Naik Dua Kali Lipat karena Harga Minyak

Harga minyak memangkas kenaikannya pada perdagangan pertengahan hari setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi terbesar dunia itu secara tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal kedua, memicu kekhawatiran tentang resesi yang dapat memukul permintaan energi.

Ekonomi AS menyusut pada tingkat tahunan 0,9% di kuartal kedua setelah kontraksi 1,6% pada kuartal sebelumnya, Departemen Perdagangan melaporkan Kamis (28/7/2022). Angka tersebut lebih buruk dari ekspektasi pasar.

Sementara itu investor terus mencerna data persediaan bahan bakar mingguan AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Rabu (27/7/2022) bahwa persediaan minyak mentah negara itu turun 4,5 juta barel selama pekan yang berakhir 22 Juli, lebih dari empat kali lipat perkiraan, sementara permintaan bensin rebound 8,5% minggu ke minggu.

Baca juga: Percepatan Rencana Batas Harga Minyak Rusia, Dongkrak Kenaikan Emas Hitam

"AS mengkonsolidasikan posisinya sebagai pengekspor minyak terbesar di dunia," kata analis Citi dalam sebuah catatan, karena gabungan ekspor bruto minyak mentah dan produk olahannya mencapai rekor 10,9 juta barel per hari.

"Jika Anda melihat jumlah permintaan dan pasokan untuk minyak, kami jauh di bawah rata-rata pada pasokan dan permintaan bertahan lebih baik dari yang diantisipasi," kata Analis Price Futures, Phil Flynn.

Harga minyak menemukan dukungan lebih lanjut dari pertempuran pasokan energi antara Barat dan Rusia. Kelompok ekonomi terkaya Kelompok Tujuh (G7) bertujuan untuk memiliki mekanisme pembatasan harga pada ekspor minyak Rusia pada 5 Desember, kata seorang pejabat senior G7.

Sementara itu, Rusia telah memotong pasokan gas melalui Nord Stream 1, penghubung gas utamanya ke Eropa, menjadi hanya 20% dari kapasitas. Itu dapat menyebabkan beralih ke minyak mentah dari gas dan menopang harga minyak dalam jangka pendek, kata para analis.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com