Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Astra International Tbk (ASII). (Sumber: Laporan tahunan Astra)

PT Astra International Tbk (ASII). (Sumber: Laporan tahunan Astra)

Kinerja Keuangan Grup Astra Melesat, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?

Jumat, 29 Jul 2022 | 10:48 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Harga saham emiten Grup Astra mencatatkan lonjakan pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/7). Peningkatan tersebut sejalan dengan lonjakan kinerja keaungan emiten-emiten tersebut.

Baca juga: Laba Bersih Astra (ASII) Melonjak 106%

Penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp 325 (5,37%) menjadi Rp 6.375, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp 1.075 (3,43%) menjadi Rp 32.375, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp 200 (2,09%) menjadi Rp 9,750.

Sedangan saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR) stagnan di level Rp 885, saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) di level Rp 1.185, dan saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) di level Rp 160.

Advertisement

Lalu, bagaimana dengan prospek beberapa saham Grup Astra Tersebut? Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa saham ASII tetap direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.500. Dengan kenaikan harga saat ini, potensi penguatan lebih lanjut atas saham tersebut masih tetap terbuka.

Mandiri Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa target harga tersebut merefleksikan realisasi laba bersih perseroan di luar investasi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang bertumbuh 63% menjadi Rp 14,4 triliun. Angka tersebut telah melampaui estimasi Mandiri Sekuritas. Saham ASII masih atraktif dengan potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Sedangkan saham UNTR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 37.150 oleh Mandiri Sekuritas. Target harga tersebut mempertimbangkan realisais laba bersih perseroan dengan kenaikan 129% menjadi Rp 10,4 triliun pada semester I-2022 telah melampaui estimasi.

“Kami memperkirakan lonjakan kinerja keuangan UNTR tetap berlanjut hingga akhir tahun, seiring dengan peningkatan volume overburden removal kontraktor batu bara perseroan dan peningkatan volume penjualan alat berat,” tulisnya dalam riset.

Namun demikian, Mandiri Sekuritas menyebutkan, potensi penurunan harga batu bara dan tersendatnya logistik bisa menjadi kendala bagi bisnis perseroan tahun ini.

Baca juga: Laba Bersih United Tractors (UNTR) Terbang 129,3%

Bagaimana dengan saham AALI? Analis RHB Sekuritas Hoe Lee Leng justru merekomendasikan jual saham AALI dengan target harga dipangkas dari Rp 11.770 menjadi Rp 8.260. Hal ini didasarkan rendahnya realisasi laba bersih perseroan pada semester I-2022.

Dia mengatakan, laba inti perseroan turun 53% menjadi Rp 324 miliar hingga Juni 2022 atau pencapaian tersebut hanya merefleksikan 35-38% dari target laba bersih tahun ini. Penurunan keuntungan dipicu atas pelemahan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit bersamaan dengan penurunan volume produksinya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com