Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

Investasi Baru Saratoga (SRTG), dari Data Center hingga Kredit Karbon

Minggu, 31 Juli 2022 | 15:04 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) hingga semester I-2022 telah melakukan beberapa investasi baru untuk memperluas portofolionya.

Salah satunya pendanaan untuk AtriaDC, perusahaan penyedia layanan data center ramah lingkungan di dalam kota. Investasi Saratoga di AtriaDC merupakan bentuk komitmen dan dukungan terhadap percepatan digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengungkapkan, pihaknya juga melakukan investasi baru pada Forest Carbon, perusahaan pengembang proyek karbon premium yang berdiri pada 2012. “Forest Carbon melestarikan hutan dan lahan basah, melindungi keanekaragaman hayati, serta memberdayakan masyarakat setempat untuk hidup sejahtera,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Saratoga (SRTG) Kantongi Dividen Rp 1,4 Triliun, terutama dari Adaro dan MPM

Aktivitas tersebut menghasilkan kredit karbon yang dapat digunakan perusahaan-perusahaan global ternama untuk turut berpartisipasi dalam mendukung usaha pencegahan perubahan iklim global. Menurut dia, bisnis kredit karbon menjadi salah satu industri baru yang potensial. Sebab Indonesia memiliki cadangan karbon sangat besar, termasuk kaya akan hutan hujan tropis (rainforest) dan lahan basah yang penting karena Indonesia mencakup sepertiga luasan lahan gambut dunia.

“Proyek-proyek Forest Carbon sukses merestorasi lahan gambut, melindungi spesies yang terancam punah termasuk harimau Sumatra, dan mendukung masyarakat lokal dengan kesehatan, pendidikan, dan kesempatan kerja. Melindungi dan melestarikan alam Indonesia menjadi investasi penting bagi Saratoga untuk memberikan dampak sekaligus membantu dalam memitigasi perubahan iklim,” jelas Devin.

Baca juga: Saratoga (SRTG) Borong Saham Merdeka Gold (MDKA) Rp 1,47 Triliun

Dia menegaskan, investasi SRTG tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, disiplin, terukur, dan efisien. Hal ini tercermin dari rasio biaya operasional tahunan terhadap NAV hanya sebesar 0,3% dan rasio pinjaman bersih terhadap NAV hanya 0,5%. Sampai 30 Juni 2022, posisi utang bersih Saratoga sebesar Rp 296 miliar, berkurang jauh dibandingkan posisi 31 Maret 2022 yang senilai Rp 3 triliun.

Berkat efisiensi dan kinerja positif portofolio investasi itu, menurut Devin, SRTG berhasil memperkuat posisi keuangan semester I-2022. “Efisiensi biaya operasional dan beban pinjaman ini juga menjadi bagian dari strategi investasi yang dilakukan Saratoga. Dengan posisi utang saat ini, secara fundamental Saratoga memiliki kemampuan yang semakin kuat dalam menjalankan investasi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com