Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.

Kapan Bursa Kripto Dibentuk? Wamendag Menjawab

Rabu, 3 Agustus 2022 | 20:56 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan bagi para investor aset kripto di Tanah Air. Apalagi, jumlah investor kripto akhir-akhir ini terus bertumbuh pesat, bahkan melebihi jumlah investor di pasar saham. Untuk itu, keberadaan bursa kripto amat dinantikan.

“Sementara masih dalam proses (bursa kripto),” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga kepada Investor Daily, Rabu (3/8/2022).

Advertisement

Menurut Jerry, pendirian bursa aset kripto, lembaga kliring, dan kustodian di Indonesia memang diperlukan. Pemerintah bahkan tetap optimistis bahwa lembaga tersebut akan tetap berdiri pada semester II tahun ini. Pendirian bursa kripto diharapkan bisa terjadi, mengingat pendiriannya sudah dua kali mundur dari akhir tahun 2021 dan kuartal I-2022.

Baca juga: Pendirian Bursa Kripto Tetap Dijadwalkan Tahun Ini

“Mudah-mudahan bisa di tahun ini (bursa kripto), mohon doa restunya. Kenapa kita sedikit lama? Karena kita hati-hati. Membentuk sebuah bursa bukan sekejab bisa langsung jadi karena kita harus cek dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik,” ujarnya, baru-baru ini.

Bursa komoditas khusus untuk kripto, dipastikan Jerry akan tetap terbentuk. Hal tersebut sudah dikatakannya berkali-kali sejak tahun 2021. Hal tersebut memang perlu dilakukan agar transaksinya lebih jelas dan rapi, serta memberikan perlindungan lebih kepada para investor kripto.

Saat ini, pemerintah tengah membangun tata kelola, fondasi, syarat-syarat, dan seleksinya. “Kita tidak mau sembarangan membuat sebuah inovasi, kita mau hati-hati,” tegas Jerry.

Baca juga: Menunggu Bursa Kripto

Jika rencana pembentukan bursa terealisasi pada 2022, bursa kripto ini akan menjadi yang pertama di dunia yang diregulasi oleh pemerintah. Di sisi lain, calon bursa kripto, yakni Digital Futures Exchange (DFX), juga telah menyatakan kesiapannya dan telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti modal yang harus disetor hingga sistem operasi.

Di Indonesia, aset kripto sendiri dikategorikan sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengeluarkan peraturan terbaru untuk mengakomodasi perdagangan fisik aset kripto di Indonesia, yaitu Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Perdagangan Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Kelengkapan pengaturan teknis terkait berupa masukan dari kementerian/lembaga lain diakomodasi dalam peraturan Bappebti. Pengaturan ini mencakup mekanisme perdagangan fisik aset kripto.

Baca juga: Jumlah Pelanggan Kripto Capai 14,58 Juta di Semester I, Kehadiran Bursa Kripto Makin Dinantikan

Peraturan-peraturan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan penanaman modal dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta membuka lowongan di bidang teknologi informasi. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi negara melalui penerimaan perpajakan.

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) tercatat, per Juni transaksi kripto mencapai Rp 212 triliun. Kemudian, jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia per akhir Juni 2022 telah menembus 15,1 juta. Jumlah itu naik 3,9 juta selama semester I, dari periode akhir tahun lalu yang mencapai 11,2 juta. Khusus bulan Juni, kenaikannya sebanyak 962.038 pelanggan/investor.

Secara demografi, pelanggan kripto 79% didominasi oleh laki-laki dan wanita 21%. Kelompok usia didominasi rentang 18-24 tahun sebanyak 32%, disusul kelompok 23-30 tahun sebanyak 30% dan 31-35 tahun sebanyak 16%. Nasabah didominasi mereka yang berdomisili di Pulau Jawa 69%, disusul Sumatra 17% dan Kalimantan 6%. Kemudian, pekerjaan pelanggan aset kripto didominasi karyawan swasta 28%, disusul wirausahawan 23%, dan pelajar 18%.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN