Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono (kanan) dan Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetjono (kiri). (Foto: Ist)

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono (kanan) dan Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetjono (kiri). (Foto: Ist)

Laba Bersih Blue Bird Terbang, Direksi Beri Penjelasan

Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:49 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) membalikkan kinerja dengan mencetak laba bersih pada semester I-2022 sebesar Rp 148 miliar, melesat 593% dibandingkan periode sama tahun lalu yang rugi Rp 30 miliar akibat tekanan pandemi Covid-19.

Keberhasilan perseroan membukukan laba ini tidak lepas dari pendapatan BIRD yang tumbuh 48% dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 1,55 triliun. Pertumbuhan ini hampir menyamai pendapatan perseroan sebelum pandemi Covid-19.

Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono menyampaikan, kinerja keuangan perseroan yang positif bukanlah hal yang mudah dicapai. Perseroan menghadapi berbagai tantangan lantaran adanya penerapan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat di sejumlah daerah.

Baca juga: Demand Naik Armada Kurang, Blue Bird (BIRD) Percepat Belanja Kendaraan Rp 1,2 Triliun

“Dengan tren kinerja positif yang secara berkelanjutan ditunjukkan perusahaan, kami bersyukur dapat menjadi perusahaan yang semakin adaptif dan tangguh di tengah tantangan pandemi, dengan mencatatkan pertumbuhan positif secara berturut-turut selama tiga kuartal terakhir," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8/2022).

Selain membukukan laba dan kenaikan pendapatan, lanjut Sigit, kinerja apik emiten transportasi berkode saham BIRD ini pada semester I-2022 juga tercermin dari margin laba kotor yang naik sampai 20%. Begitu juga dengan laba operasional yang melonjak hingga 386% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Hal serupa juga tampak dari EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi perseroan yang pada semester I-2022 mencatatkan kenaikan sebesar 102% menjadi Rp 383 miliar. Capaian tersebut sejalan dengan upaya perseroan dalam mempertahankan posisi kas yang sehat dan neraca yang kuat.

Hasilnya, pada semester pertama 2022, layanan taksi reguler Blue Bird mendominasi perolehan pendapatan perseroan dan tumbuh hingga 45% dari periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: AirAsia Indonesia (CMPP) Pendapatannya Terbang Tinggi, Bisnis Maskapai Pulih?

Tidak berhenti di situ, untuk memenuhi permintaan pasar terhadap layanan taksi, khususnya di kuartal II-2022, perseroan juga meremajakan armada operasinya. Sambil menunggu kedatangan armada baru, perseroan terus menyeimbangkan antara ketersediaan dan permintaan mobil bekas. Seiring dengan menurunnya penjualan jumlah unit mobil bekas, terjadi peningkatan capital gain per mobil, sehingga perseroan dapat membukukan kenaikan penjualan sebesar Rp 25,8 miliar pada semester pertama 2022.

Melihat kinerja perseroan di sepanjang semester I-2022, Sigit mengaku optimistis dengan masa depan perseroan dan berkomitmen terus mengawal pertumbuhan bisnis perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan iklim investasi industri transportasi menuju arah yang semakin positif.

Wakil Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mempercepat realisasi belanja kendaraan dengan nilai total mencapai Rp 1,2 triliun. Hal itu dilakukan seiring meningkatnya permintaan layanan armada perseroan sebagai dampak dari pemulihan ekonomi nasional.

Adrianto menjelaskan, perseroan telah mencanangkan pembelian armada Rp 1,2 triliun untuk tahun ini dan akan direalisasikan pada semester kedua. “Kami akan realisasikan di tahun ini sesuai rencana. Ini sebenarnya berhubungan dengan pertanyaan apakah rencana ini akan dijalankan? Iya, bahkan sebagian akan kami percepat,” ungkap Andre, sapaan akrab Adrianto.

Baca juga: Weha Transportasi (WEHA) Mau Rights Issue, untuk Apa?

Andre mengaku, pandemi Covid-19 sulit diprediksi. Perseroan semula memperkirakan pemulihan kinerja secara signifikan akan terjadi pada kuartal III-2022, namun ternyata sudah mulai di kuartal II-2022.

“Jadi, sebagian besar dari Rp 1,2 triliun itu sudah kami rencanakan sejak tahun lalu, dan akan direalisasikan pada semester kedua ini. Hanya saja, yang tadinya lebih dominan di kuartal IV, kami tarik lebih cepat di kuartal III. Karena di kuartal II itu, recovery setelah Omicron berjalan sangat baik, sehingga lebih cepat dari perkiraan kami,” jelas dia.

Oleh karena itu, papar dia, perseroan sekarang dihadapkan pada masalah baru, yakni kekurangan armada. Pasalnya, selama dua tahun pandemi Covid-19, BIRD melakukan restrukturisasi jumlah kendaraan yang tersedia. Saat permintaan meningkat sekarang ini, suplai kendaraan belum bertambah.

Baca juga: Beban Perusahaan Pelayaran Makin Berat

“Di kuartal II kemarin, pick up tidak cukup armadanya. Tapi di kuartal ketiga ini kami sudah mulai merealisasikan jumlah yang cukup banyak setiap bulannya, dan akan berlanjut sampai akhir tahun,” sambung Andre.

Dia kembali menekankan, belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1,2 triliun pasti akan direalisasikan hingga akhir tahun ini, karena utilisasi armada taksi sudah di atas 90%. “Itu berarti, ada hari-hari di mana tidak ada lagi armada yang menganggur di beberapa cabang kami, dan penghasilan per kendaraan cukup tinggi, lebih tinggi dari normal. Jadi kalau direalisasikan tanpa ada PPKM lagi tahun ini, akan lebih baik dari prapandemi,” pungkas Andre.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com