Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

Kegiatan di tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

Fund Manager Gencar Masuk, Harga Saham BUMI Menuju Rp 200?

Jumat, 5 Agustus 2022 | 08:18 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut bakal dikerek fund manager menuju Rp 200 dalam waktu dekat. Hal ini didukung oleh lonjakan laba bersih perseroan dan berlanjutnya penurunan utang.

Sumber Investor Daily menyebutkan, harga rendah saham BUMI sudah tidak masuk akal bagi sejumlah fund manager dilihat dari aspek kenaikan harga komoditas batu bara, voume produksi, dan penurunan utang. “Hal ini menjadi landasan beberapa fund manager mulai mengoleksi saham BUMI dan mengembalikan ke harga wajarnya, sehingga kemungkinan menuju level Rp 200 dalam waktu dekat,” ujarnya di Jakarta.

Advertisement

Baca juga: Bumi Resources (BUMI) Punya Direktur Baru dari CDB dan CIC

Aksi ini juga didukung oleh keseriusan seluruh pemegang saham perseroan untuk menjadikan perseroan sebagai produsen batu bara terbaik di Indonesia baik dari sisi kinerja keuangan dan operasional. Hal ini dapat dilihat dari perubahan dewan direksi dengan memasukkan Shuyou Dong dan Jian Wang sebagai direktur. Keduanya merupakan perwakilan masing-masing dari China Development Bank (CDB) dan China Investment Corporation (CIC).

Penguatan harga saham BUMI, ungkap dia, juga didukung keberhasilan Bumi Resources memproses pembayaran utang senilai sebesar US$ 731,3 juta secara tunai (cash), terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$ 557,1 juta dan bunga sebesar US$ 174,2 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest).

“Manajemen mengungkapkan seluruh pembayaran Tranche A diharapkan diselesaikan pada Oktober 2022 bersamaan dengan dimulainya pembayaran Tranche B. Hal ini akan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham BUMI,” tambahnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN