Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

IHSG Fluktuatif, Cek Penyebabnya!

Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:24 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - IHSG terkerek 13,22 poin (0,19%) ke level 7.070,5 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/8/2022). Namun, sepanjang sesi I IHSG sempat bergerak fluktuatif. Apa penyebabnya?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, jelang akhir pekan ini, IHSG bergerak fluktuatif sementara bursa regional Asia menguat pasca rilis neraca perdagangan Amerika Serikat (AS) yang defisitnya mulai menyempit, dimana  trade balance naik dari sebelumnya US$ 84,9 miliar menjadi US$ 79.6 miliar.

“Hal ini memberikan indikasi aktivitas ekspor perdagangan mulai membaiknya dibandingkan dengan impor,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Lima Saham Ini Kasih Untung di Atas 10%, Diantaranya RAFI dan MARI 

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, IHSG bergerak fluktuatif disaat rilis data ekonomi nasional yang mampu menjadi katalis positif. Namun di sisi lain, pasar juga di selimuti aksi profit taking dan khawatir proses akselerasi ekonomi mengalami perlambatan. Seiring dengan jumlah kasus baru Covid-19 yang semakin meningkat dikuatirkan akan menjadi gelombang baru.

Dalam data Satgas Covid-19, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, hingga Kamis kemarin ada tambahan 6.527 kasus baru corona. Sehingga total menjadi 6.229.315 kasus positif Corona. Dimana DKI Jakarta masuk menjadi provinsi penyumbang kasus positif mingguan tertinggi dengan sumbangsih sebanyak 19 ribu kasus.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, pertumbuhan ekonomi atau GDP di kuartal II-2022 secara QoQ sebesar 3,72% yang sebelumnya mengalami kontraksi  0,96% dan secara YoY tumbuh sebesar 5,44% yang sebelumya tumbuh 5,01%. Hal ini memberikan indikasi bagaimana kondisi membaiknya penanganan pandemic corona sehingga menopang pelonggaran kebijakan PPKM.

Baca juga: Sektor Tranportasi Melesat, IHSG Menguat 0,19% di Sesi I

“Tentunya ini meningkatkan aktivitas dunia usaha dan mobilitas masyarakat sehingga menopang akselerasi proses pemulihan ekonomi nasional, hal ini juga tidak terlepas dari program vaksinasi dan booster yang terus dijalankan oleh pemerintah,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Selanjutnya, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 tetap tinggi sebesar US$ 132.2 miliar. Meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Juni 2022 sebesar US$ 136,4 miliar. 

“BBTN. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.465-1.540. PER: 5,07x dan PBV: 0,71x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com