Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Wall Street 
Sumber: Antara

Ilustrasi Wall Street Sumber: Antara

Wall Street Beragam, Data Pekerjaan Picu Ketakutan Kenaikan Suku Bunga

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:12 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Wall Street beragam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan indeks S&P 500 melemah tertekan Tesla dan saham-saham terkait teknologi lainnya setelah laporan pekerjaan yang kuat menggagalkan optimisme baru-baru ini bahwa Federal Reserve mungkin menghentikan kampanye agresifnya untuk mengendalikan inflasi tinggi empat dekade.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 76,65 poin (0,23%) menjadi menetap di 32.803,47 poin. Indeks S&P 500 turun 6,75 poin (0,16%) menjadi berakhir di 4.145,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 63,03 poin (0,50%) menjadi ditutup di 12.657,55 poin.

Advertisement

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumer non-primer dan komunikasi masing-masing tergelincir 1,66% dan 0,88%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,04%, menjadi kelompok berkinerja terbaik seiring kenaikan harga minyak.

Baca juga: Harga Minyak Menguat, Namun Catat Kerugian Mingguan yang Tajam

Untuk minggu ini, indeks Dow kehilangan 0,1%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq yang padat teknologi masing-masing menguat 0,4% dan 2,2%.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/8/2022) bahwa pengusaha AS menambahkan 528 ribu pekerjaan baru pada Juli, melebihi ekspektasi. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5%, lebih rendah dari perkiraan ekonom 3,6%.

Laporan tersebut menambah data terbaru yang melukiskan gambaran optimis ekonomi terbesar dunia setelah mengalami kontraksi pada paruh pertama tahun ini. Itu menumpulkan ekspektasi investor bahwa The Fed mungkin akan menghentikan serangkaian kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk mendinginkan ekonomi.

Baca juga: Saham-saham Inggris, Jerman, dan Prancis Ditutup Melemah

"Dari perspektif kebijakan moneter, pertumbuhan lapangan kerja yang kuat di atas inflasi yang terlalu tinggi adalah banyak alasan untuk tetap mengetatkan kebijakan," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengatakan Jumat (5/8/2022) dalam sebuah catatan.

Tesla jatuh 6,6% dan sangat membebani S&P 500 dan Nasdaq. Meta Platforms pemilik Facebook kehilangan 2,0% dan Amazon merosot 1,2%, juga menurunkan indeks.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik karena peluang kenaikan suku bunga 75 basis poin pada September meningkat. Itu membantu saham bank, dengan JPMorgan naik 3,0%, dan membantu Dow Jones Industrial Average tetap di wilayah positif.

Fokus sekarang beralih ke data inflasi yang akan dirilis minggu depan, dengan harga konsumen tahunan AS diperkirakan akan melonjak sebesar 8,7% pada Juli setelah kenaikan 9,1% pada Juni.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN