Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Arah Pasar Positif, Jangan Lewatkan Saham-saham Ini!

Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:41 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah analis kompak memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan mampu menguat di atas level 7.000, meski bakal terbatas.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menuturkan, penguatan IHSG akan didukung oleh berlanjutnya net buy asing dan data ekonomi yang positif. Kendati demikian, para investor perlu mencermati data inflasi di beberapa negara. Terlebih, IHSG sudah mendekati level 7.100.

"Untuk pekan ini, dari data ekonomi global, beberapa negara seperti Jerman, Amerika, dan Tiongkok akan mengumumkan inflasi bulan Juli. Data inflasi AS akan banyak ditunggu para pelaku pasar. Sedangkan dari Indonesia akan dirilis data keyakinan konsumen dan penjualan ritel," ungkap Martha kepada Investor Daily, Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Target Harga Saham Bank Neo (BBYB) Fantastis nih, Bagaimana Bisa?

Namun, menurut Martha, IHSG masih akan dibayangi aksi profit taking, terutama menjelang rilis data inflasi AS. Begitu juga dengan sentimen global lain berupa krisis pangan dan energi yang mengarah ke inflasi.

"Tapi, selama data inflasi kita sesuai ekspektasi, pengaruhnya belum akan terlalu signifikan. Meski demikian, jika inflasi berlangsung lebih lama dan makin tinggi, maka akan berpengaruh ke pasar. Termasuk, kebijakan pemerintah. Sejauh BBM subsidi masih dipertahankan harganya, inflasi tidak akan melonjak drastis," paparnya.

Mengenai dampak ketegangan antara Tiongkok dan AS perihal Taiwan, dia yakin tidak akan berdampak signifikan terhadap IHSG. Sebab kedua negara akan berusaha menjaga hubungan baik. Kalaupun IHSG terkoreksi, itu lebih disebabkan oleh sentimen global yang bersifat sementara.

Baca juga: Delta Dunia (DOID) Atraktif, Potensi Cuan dari Sahamnya Berlipat-lipat

Untuk sepekan ke depan, Martha merekomendasikan beberapa saham yang menarik, antara lain BBRI, BMRI, BBCA dan BBNI.

Hal serupa juga diungkapkan Equity Research PT Kanaka Hita Solvera, Raditya. Menurut dia, IHSG sepekan ke depan diperkirakan masih bisa mengalami penguatan terbatas ke level 7.140. Namun begitu, para investor juga perlu mewaspadai jika IHSG ditutup di bawah 6.949 yang akan menyeret IHSG turun lebih dalam.

Raditya pun merekomendasikan beberapa saham kepada para investor, di antaranya SIDO dengan target harga Rp 860, BBYB Rp 1.855, dan ACES Rp 750.

Baca juga: Miliki Sejumlah Keunggulan, Berikut Prospek Saham Bukalapak (BUKA)

Secara terpisah, Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe juga memproyeksi IHSG sepekan ke depan berada di level psikologis 7.000 dengan support di 7.000 dan resistance 7.250.

"Kalaupun jebol ke bawah, ada support kuat di 6.750. Jadi, kisaran pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan di 7.000-7.250," ucap Kiswoyo.

Hingga akhir tahun nanti, Kiswoyo merekomendasikan saham BBRI dengan target harga Rp 5.500, BBCA Rp 8.600, TLKM Rp 5.000, ASII Rp 7.500, BMRI Rp 8.200, dan BBNI Rp 8.600.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com