Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menara Enam Newport Park Lippo Cikarang

Menara Enam Newport Park Lippo Cikarang

Pendapatan dan EBITDA Lippo Cikarang (LPCK) Tumbuh Dua Digit

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:54 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

CIKARANG, investor.id - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada semester I-2022 membukukan total pendapatan sebesar Rp 765 miliar, meningkat 16,9% year on year (YoY) dari Rp 655 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut terutama berasal dari pendapatan hunian rumah tapak sebesar Rp 394 miliar, dua kali lipat dari pencapaian di semester I-2022 sebesar Rp 189 miliar.

LPCK juga membukukan peningkatan hasil pra penjualan sebesar Rp 641miliar di semester I-2022 yang sejalan dengan target sepanjang tahun 2022 sebesar Rp 1,45 triliun.

CEO Lippo Cikarang Rudy Halim mengatakan bahwa perseroan melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. “Kami memiliki kemajuan yang baik dalam hal kinerja keuangan dan pencapaian Pra Penjualan di paruh pertama tahun 2022. Kami berharap di paruh kedua kami dapat terus membangun momentum ini untuk mencapai target 2022 kami,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2022).

Secara rinci, pendapatan dari penjualan hunian rumah tapak dan apartemen mencapai Rp 466 miliar, yang berkontribusi sebesar 60,9% dari total pendapatan perseroan. Sementara pendapatan dari penjualan tanah di kawasan industri mencapai Rp 83 miliar, yang berkontribusi sebesar 10,9% dari total pendapatan perseroan.

Baca juga: Kawasan Industri Cikarang Tumbuh, Lippo Cikarang (LPCK) Diuntungkan

Laba kotor perseroan untuk periode semester I-2022 meningkat 29,8% menjadi Rp 383 miliar dari Rp 295 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor dari hunian rumah tapak dan apartemen meningkat 37,7% menjadi Rp 221 miliar karena peningkatan penjualan segmen tersebut seperti yang disebutkan di atas.

“Marjin laba kotor meningkat dari 45% menjadi 50% karena perubahan portofolio produk yang lebih menguntungkan, melihat kontribusi yang lebih tinggi dari penjualan hunian rumah tapak,” katanya.

Perseroan juga berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp 266 miliar di semester I-2022, meningkat 52% YoY dari Rp 175 miliar. “Peningkatan EBITDA pada periode ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dan laba kotor, serta penurunan beban operasional,” ucapnya.

Adapun, pra penjualan hingga Juni 2022 telah mencapai 44% dari target sepanjang tahun 2022 perseroan sebesar Rp 1,4 5triliun, meskipun aktivitas bisnis pada kuartal II berjalan lebih lambat karena periode liburan lebaran yang lebih panjang dan dilanjutkan dengan liburan sekolah.

“Produk hunian rumah tapak kami yang menargetkan para pemilik rumah pertama, Waterfront Estates, memimpin total penjualan dengan kontribusi sebesar Rp 361 miliar dengan 348 unit terjual selama periode tersebut. Penjualan tanah di kawasan industri juga menunjukkan kemajuan yang baik dengan pencapaian pra penjualan sebesar Rp 149 miliar, sejalan dengan membaiknya aktivitas bisnis di kawasan Cikarang,” sebut Rudy.

Baca juga: Targetkan Pra Penjualan Rp 1,45 Triliun, Lippo Cikarang (LPCK) Terapkan Strategi Ini…

Untuk informasi, LPCK meluncurkan beberapa cluster di hunian rumah tapak Waterfront Estates selama 2 tahun terakhir sejak Maret 2020, yang menawarkan rumah modern di lokasi strategis di Cikarang. Waterfront Estates menjawab kebutuhan keluarga muda milenial dengan menawarkan rumah dengan harga terjangkau dan desain modern berkelas. Riverside Estate, cluster Waterfront Estates pertama yang terdiri dari 255 unit, mulai diserahterimakan kepada pemilik unit pada akhir April 2021. Silvercreek Estate, cluster Waterfront Estates kedua yang terdiri dari 199 unit, mulai diserahterimakan kepada pemilik unit di akhir Agustus 2021.

Travertine Estate, cluster ketiga Waterfront Estates yang terdiri dari 446 unit, mulai diserahterimakan kepada pemilik unit pada akhir Maret 2022. Jadwal serah terima yang tepat waktu menunjukkan komitmen Lippo Cikarang kepada para pembeli rumah.

Dengan berfokus pada peluang untuk pertumbuhan di masa depan, menurut Rudy sangat menarik untuk melihat infrastruktur yang akan dibangun di koridor timur Jakarta.

Di mana, komitmen pemerintah terhadap koridor timur ditunjukkan dengan beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang telah berjalan antara lain LRT (Light Rapid Transit) Cawang – Bekasi Timur dengan pengerjaan mencapai 76,9%, Kereta Cepat Jakarta – Bandung yang ditargetkan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan, dan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang telah selesai di tahun 2019. Selain itu, pembangunan Pelabuhan Laut Dalam Patimban yang baru masih terus dikerjakan, sementara Bandara Kertajati juga sudah beroperasi sejak 2018.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com