Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan melintas di lobby Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di lobby Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

HUT Ke-45, Pasar Modal Masih Punya PR Soal Edukasi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 14:10 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pesatnya pertumbuhan industri pasar modal Tanah Air di tengah pandemi Covid-19 patut menjadi kebanggan. Di usianya yang genap 45 tahun pada Rabu (10/8/2022) besok, menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor saham di pasar modal Indonesia telah menembus 4 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir semester I-2022 dimana 99,79% dari jumlah tersebut merupakan investor individu lokal. Selain itu, jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI kini sudah menembus angka 800.

Meski demikian, pasar modal Indonesia dinilai masih punya pekerjaan rumah (PR) yang harus selalu dikerjakan. PR tersebut adalah soal edukasi.

Senior Portofolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma mengatakan, jumlah investor baru di pasar modal mengalami peningkatan sepanjang pandemi Covid-19. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh kelompok milenial, khususnya generasi X dan Y. Hal tersebut terjadi tak hanya di Amerika Serikat, namun juga negara lain termasuk Indonesia yang tak terlepas dari peran sosial media.

Baca juga: Jelang HUT Pasar Modal, Korporasi Beramai-ramai Masuk Bursa

“Melihat perkembangan pasar modal tiga tahun ke belakang ini saya amat senang karena sekarang semakin banyak aware soal investasi, kalau dulu kan saham persepsinya agak negatif. Tapi, masih harus diingat masih ada tantangan soal edukasi. Orang masih fokus mau gampangnya saja. Naik ikut-ikutan beli, turun cut loss dan akhirnya kapok dan itu lebih gawat,” katanya dalam 2H 2022 Market & Economic Outlook bersama PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Selasa (9/8/2022).

Jadi, peran swasta dan pemerintah menurut Samuel amat penting dalam hal edukasi pasar modal. Selain itu, dia juga berharap agar pasar modal keuntungannya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Apalagi, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang amat luar biasa besarnya. Sehingga, sayang apabila potensi ini hanya dinikmati oleh segelintir kalangan masyarakat saja.

“Kita tinggal di Indonesia yang berkembang luar bisa dan punya kondisi yang pride. Jadi, kita harus ikut investasi yang naik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, apa yang menjadi misinya pasar modal banyak tercapai, bahkan melebihi target dalam 2-3 tahun ini,” kata Samuel.

Baca juga: HUT ke-45 Pasar Modal, SRO Galang Dana CSR, Ajak Investor Tingkatkan Transaksi Besok

Senada, Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula juga menegaskan bahwa edukasi amatlah penting bagi perkembangan pasar modal. “Edukasi amat penting, karena kita tidak mau investor rugi dan kapok,” tegasnya.

Ezra pun menuturkan bahwa investasi itu ibaratnya seperti naik tangga, ada tahap tahapnya. Misalnya, bagi pemula yang ingin belajar berinvestasi bisa menaruh portofolionya ke reksa dana pasar uang. Setelah itu, jika sudah berasa nyaman dan tenang serta mau volatilitas naik ke reksa dana pendapatan tetap. Kemudian, ke saham.

“Saham kan ada gonjang-ganjing, ada deg-degannya, tapi potensinya return-nya lebih tinggi. Nah, kalau mereka masuk ke tangga-tangga itu investasi akan lebih nyaman dan long term ke pasar finansial,” ungkapnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com