Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bumi Resources.

Bumi Resources.

Top! Saham Bumi Resources (BUMI) Naik 109%, Apa Pemicunya?

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:15 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak Rp 27 (23,89%) menjadi Rp 140 pada perdagangan Selasa (9/8/2022). Dengan kenaikan tersebut, harga saham BUMI telah kembali membentuk level tertinggi baru dalam kurun waktu 52 pekan terakhir.

Kenaikan tersebut menjadikan harga BUMI telah melesat sebesar 109% dari level Rp 67 akhir tahun lalu menjadi Rp 140 pada penutupan perdagangan saham hari ini.

Baca juga: Mohon Maaf, Bumi Resources (BUMI) Tak Bagikan Dividen

Selain mencatatkan lonjakan harga, BUMI tercatat sebagai saham dengan volume dan nilai transaksi tertinggi sepanjang hari ini. Nilai transaksi saham BUMI lebih dari Rp 1,05 triliun dengan jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 80,17 juta lot.

Sementara itu, sejumlah berita terbaru terkait BUMI yang kemungkinan mempengaruhi pergerakan harga sahamnya adalah RUPS Bumi Resources yang menyetujui perubahan komposisi dewan direksi dan penegasan kembali untuk menerbitkan saham baru dengan konversi OWK lokal.

Perseroan juga mengungkapkan telah berhasil memproses pembayaran utang senilai sebesar US$ 731,3 juta secara tunai (cash), terdiri atas pokok Tranche A sebesar US$ 557,1 juta dan bunga sebesar US$ 174,2 juta, termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest). Manajemen mengungkapkan seluruh pembayaran Tranche A diharapkan diselesaikan pada Oktober 2022 bersamaan dengan dimulainya pembayaran Tranche B.

Manajemen Bumi sebelumnya menuturkan perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan tahun ini, meskipun masih terdapat berbagai tantangan, baik global maupun domestik, yang bisa mempengaruhi pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Bumi Resources (BUMI) Punya Direktur Baru dari CDB dan CIC

Optimisme Bumi Resources sejalan dengan membaiknya sektor batu bara dan tren kenaikan harga batu bara yang masih berlanjut pada kuartal II-2022. Secara operasional, produksi batu bara dari anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC), ditargetkan mencapai 55-57 juta ton tahun ini. Sedangkan dari anak usaha yang lain, PT Arutmin Indonesia, dipatok sebanyak 26-29 juta ton.

“Harga batu bara KPC diproyeksikan berkisar US$ 120-150 per ton, dengan biaya US$ 40-45 per ton. Harga batu bara Arutmin berkisar US$ 80-100 per ton, dengan biaya US$ 28-34 per ton,” ungkap manajemen Bumi Resources dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Terlepas dari kondisi pandemi yang berdampak pada sektor batu bara, BUMI menyatakan bakal tetap menjaga kegiatan operasional yang mendekati normal. BUMI berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 32,6% menjadi US$ 1,37 miliar pada kuartal I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,03 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com