Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gedung Kantor PT PP Tbk (PTPP). (Foto: Perseroan)

Gedung Kantor PT PP Tbk (PTPP). (Foto: Perseroan)

Pendapatan PP (PTPP) Melonjak, tapi Laba Naik Tipis

Rabu, 10 Agustus 2022 | 01:12 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 9,02 triliun pada semester I-2022 atau melonjak 39,74% dibanding periode sama tahun lalu Rp 6,45 triliun. Pendapatan tersebut didapatkan dari enam segmen usaha perseroan, yakni konstruksi; rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC); properti dan realti; pracetak; persewaan peralatan; energi.

Manajemen PTPP dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Selasa (9/8/2022), menyebutkan bahwa pendapatan usaha perseroan didominasi oleh segmen konstruksi yang mencapai Rp 7,18 triliun atau 79,62% dari total pendapatan perusahaan. Perolehan pendapatan dari segmen konstruksi tumbuh 47,12% dibanding periode sama tahun lalu Rp 4,88 triliun.

Dari segmen properti dan realti, PTPP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,07 triliun, naik 58,55% dari Rp 678,43 miliar. Kenaikan pendapatan juga dicatatkan PTPP dari segmen persewaan peralatan yang mencapai Rp 63,14 miliar dibandingkan semester I-2022 yang sebesar Rp 52,43 miliar.

Baca juga: PTPP dan Entitas Milik Anthoni Salim Bentuk 2 Perusahaan Patungan Pengelolaan Air di Batam

Sementara itu, pendapatan dari segmen EPC sebesar Rp 593,19 miliar pada semester I-2022, turun 10,37% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 661,8 miliar. Dari bisnis pracetak, perseroan membukukan pendapatan sebanyak Rp 26,8 miliar atau merosot 78,51% dari Rp 121,22 miliar. Di bisnis energi, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 60,14 miliar menjadi Rp 80,75 miliar.

Kenaikan pendapatan usaha perseroan pada paruh pertama 2022 juga diikuti meningkatnya beban pokok pendapatan menjadi Rp 7,79 triliun dari sebelumnya Rp 5,66 triliun. Hal itu berdampak pada perolehan laba kotor yang sebesar Rp 1,23 triliun, masih bisa tumbuh dibandingkan semester I-2021 yang senilai Rp 798,28 miliar.

Beban usaha PTPP juga meningkat dari Rp 313,64 miliar pada semester I-2021 menjadi Rp 332,72 miliar pada semester I tahun ini. Begitu pula beban keuangan, beban pajak final, dan beban pajak penghasilan yang mengalami peningkatan pada semester I-2022.

Hal itu berdampak pada perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 86,96 miliar pada semester I-2022 atau naik tipis 1,07% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 86,04 miliar.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Effendi sebelumnya mengatakan, perseroan telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 10,9 triliun pada semester I-2022, tumbuh 27,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 8,5 triliun.

Baca juga: Saham Sektor Konstruksi Masih Menjanjikan?

Kontrak baru yang diraih PTPP sampai akhir Juni tahun ini di antaranya berasal dari proyek-proyek pembangunan proyek Terminal Kalibaru Tahap 1B Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp 3,8 triliun, proyek pekerjaan Pipeline Semarang-Batang sebesar Rp 1,0 triliun, dan proyek Landmark BSI Aceh sebesar Rp 296 miliar.

Bukan hanya itu, raihan kontrak baru PTPP sampai Juni 2022 juga berasal dari pekerjaan interior gedung Kejaksaan Agung RI sebesar Rp 286 miliar, proyek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar Rp 207 miliar, dan kontribusi anak usaha sebesar Rp 3,66 triliun, serta proyek-proyek lainnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com