Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pasar Modal Ulang Tahun, Pemodal Siap Ambil Untung?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 02:09 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rabu, 10 Agustus 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-45 diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Selama 45 tahun tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menyentuh level tertinggi di 7.355 (intraday) pada 11 April 2022.

Pada perdagangan Selasa (9/8/2022), IHSG ditutup kembali menguat 16,03 poin (0,23%) ke level 7.102,8. Lalu, bagaimana arah IHSG pada perdagangan Rabu (10/8/2022) atau bertepatan dengan HUT pasar modal?

Menurut analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan, secara teknikal, terbentuk pola inverted dragonfly doji pada pergerakan IHSG, Selasa (9/8/2022), yang mengindikasikan potensi koreksi pada Rabu (10/8/2022). Hal ini diperkuat dengan kondisi stochastic RSI yang masih bertahan di area jenuh beli (overbought).

“Waspadai aksi ambil untung (profit taking). Potensi koreksi ke pivot 7.085 hingga level support terdekat di 7.050. Sedangkan level resistance IHSG di 7.150,” kata Valdy.

Baca juga: HUT ke-45 Pasar Modal, Berikut Aspirasi dari Pelaku

Pada perdagangan Selasa, IHSG ditopang oleh penguatan saham-saham komoditas. Penguatan ini berkaitan dengan kabar bahwa Tesla berencana membeli nikel dari dua perusahaan di Indonesia, serta rebound harga batu bara dan CPO.

Dari dalam negeri, penjualan ritel tumbuh 4,1% (yoy) pada Juli 2022, naik dari 2,9% pada Mei 2022. Sebelumnya, indeks keyakinan konsumen bertahan di atas 100 (batas confidence), tepatnya di 123.2 pada Juli 2022. Kedua data ini membangun optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi masih bisa lebih tinggi lagi pada kuartal III-2022.

Namun, sentimen dari eksternal berupa data-data ekonomi dapat memicu profit taking di pasar modal Indonesia. Data-data tersebut adalah inflasi Tiongkok, Jerman, dan AS.

“Pelaku pasar dapat mencermati saham-saham komoditas, antara lain ANTM, INCO, ITMG, HRUM, ADMR, CPRO, dan BRMS. Pun, bisa perhatikan peluang rebound lanjutan pada saham GOTO dan SIDO,” ujarnya.

Secara terpisah, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Sebab itu, potensi tekanan masih harus diwaspadai. Meski demikian, IHSG masih memiliki peluang naik, walaupun terbatas.

Baca juga: HUT Ke-45, Pasar Modal Masih Punya PR Soal Edukasi

Menurut William, IHSG masih ditopang oleh beberapa faktor, di antaranya rilis laporan keuangan emiten semester I-2022 dan stabilnya perekonomian dalam negeri yang terlihat dari beberapa data. Dengan begitu, jika terjadi koreksi pasar, pemodal dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mengakumulasi saham.

Pada perdagangan Rabu (10/8/2022), dia memprediksi IHSG bergerak pada kisaran 6.921-7.123. Adapun menu saham pilihannya, antara lain BBNI, GGRM, ITMG, ASII, CTRA, AKRA, dan AALI.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com