Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas bisnis batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Aktivitas bisnis batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Giliran Indo Tambang (ITMG) yang Labanya Terbang!

Rabu, 10 Agustus 2022 | 23:41 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) meraih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 460,82 juta atau setara Rp 6,85 triliun pada semester I-2022, melesat 291% dibanding periode sama tahun lalu US$ 117,62 juta.

Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih emiten pertambangan batu bara itu sebanyak 110% dari US$ 676,3 juta pada semester I-2021 menjadi US$ 1,42 miliar di paruh pertama 2022.

Manajemen Indo Tambangraya dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Rabu (10/8/2022), memaparkan bahwa kenaikan penjualan terjadi di pasar ekspor dan dalam negeri. Sebanyak 79,57% dari total penjualan atau sekitar Rp 1,13 miliar berasal dari ekspor, dan sisanya US$ 290,29 juta atau 20,42% dari pasar domestik.

Baca juga: Bersiaplah! Pemegang Saham Indika (INDY) bakal Diguyur Rp 595,5 Miliar 

Sepanjang Januari-Juni 2022, ekspor batu bara perseroan ke Asia Tenggara, India, dan Pakistan mencapai US$ 435,23 juta atau 30,62% dari total penjualan, naik 88% dari tahun lalu. Selanjutnya, penjualan batu bara ITMG ke Taiwan, Tiongkok, Hong Kong, dan Korea mencapai US$ 373,85 juta atau meningkat 88%, dan ke pasar Jepang US$ 322,15 juta yang juga naik 207% dari semester I-2021.

Di pasar domestik, penjualan batu bara ITMG mengalami kenaikan 111% menjadi US$ 290,29 juta pada semester I-2022 dibanding periode sama tahun lalu US$ 104,85 juta.

Kenaikan pendapatan bersih ITMG, diikuti meningkatnya beban pokok pendapatan dari US$ 448,96 juta menjadi US$ 672,38 juta. Sehingga, laba kotor perseroan pada semester pertama 2022 menjadi US$ 749,16 juta dari sebelumnya uS$ 227,34 juta. Dengan perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar US$ 460,82 juta atau melonjak 291% dibanding semester I-2021 yang senilai US$ 117,82 juta.

Di akhir semester I-2022, aset perseroan tumbuh menjadi US$ 1,97 miliar dibanding posisi 31 Desember 2021 yang sebesar US$ 1,66 miliar. Jumlah ekuitas perseroan juga bertambah dari US$ 1,2 miliar menjadi US$ 1,48 miliar.

Baca juga: Naik, Segini Produksi Batu Bara Adaro Energy (ADRO)

Direktur Utama Indo Tambangraya Megah Mulianto sebelumnya mengatakan, kenaikan harga batu bara yang didorong oleh tingginya permintaan akibat pemulihan ekonomi global terutama di Tiongkok, yang menjadi konsumen batu bara terbesar dunia menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan kinerja ITMG. Disampaikan krisis multidimensi yang terjadi 2021 masih berlanjut hingga 2022, memberikan peluang kepada industri energi sekaligus munculnya berbagai risiko.

Meski begitu, Mulianto mengatakan, pihaknya dapat mengkapitalisasi peluang yang ada dengan semaksimal mungkin, sekaligus melakukan manajemen risiko yang baik. “Salah satu contoh dari peluang yang terjadi selama krisis adalah kenaikan harga komoditas energi, termasuk batu bara, yang telah kami manfaatkan sebaik-baiknya agar dapat meningkatkan harga rata-rata penjualan perusahaan. Di sisi lain, krisis multidimensi akan dapat diminimalisir dampaknya dengan memiliki resiliensi yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh karyawan ITMG,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com