Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

BEI Penasaran soal Akuisisi 6.000 Menara Telkomsel oleh Mitratel (MTEL)

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:27 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel terkait akuisisi 6.000 menara PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Hal itu terungkap dari keterbukaan informasi MTEL pada 10 Agustus 2022 sebagai tanggapan dari permintaan penjelasan BEI.

Baca juga: Laba Bersih Emtek (EMTK) Melambung 920%, Kok Bisa?

“Merujuk pada surat elektronik nomor S-06554/BEI.PP3/08-2022 yang diterima oleh PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk melalui IDXnet pada tanggal 8 Agustus 2022 perihal permintaan penjelasan, bersama ini kami sampaikan tanggapan perseroan,” ungkap Direktur Investasi merangkap sebagai Sekretaris Perusahaan MTEL Hendra Purnama dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (11/8/2022).

Salah satu hal yang dimintai penjelasan oleh BEI adalah terkait rencana penyewaan kembali 6.000 menara telekomunikasi yang akan dibeli dari Telkomsel, yakni berapa lama jangka waktu penyewaan dan berapa nilai transaksi yang akan dilaksanakan.

“Jangka waktu penyewaan adalah 10 tahun sejak 29 Juli 2022. Biaya  sewa yang wajib dibayarkan oleh PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kepada perseroan adalah Rp 6.543.000.000.000 dalam jangka waktu 10 tahun mendatang,” jelas Hendra Purnama.

Selain itu, sehubungan dengan kontrak pesanan sewa menara yang akan dibangun sesuai permintaan penyewa sebanyak 1.000 unit menara. BEI meminta penjelasan perihal timeline pemenuhan pemesanan 1.000 unit menara hingga 31 Maret 2026.

Hendra memberikan tanggapan bahwa Telkomsel wajib mendistribusikan pesanan sewa untuk menara built-to-suit (BTS) selama periode pemesanan BTS dengan detil periode, periode 31 Desember 2023 hingga selambat-lambatnya 30 Juni 2023; periode 31 Desember 2024 hingga selambat-lambatnya 30 Juni 2024; dan periode 31 Desember 2025 hingga selambatnya 30 Juni 2025.

“Perseroan tidak akan dikenakan nilai kompensasi mengenai hal ini. Namun, apabila hingga tanggal 31 Maret 2026, target pesanan Telkomsel tidak mencapai 1.000 pesanan menara, maka Telkomsel wajib untuk memberikan kompensasi uang setiap bulannya yang dimulai sejak 31 Desember 2025 kepada perseroan,” imbuh Hendra.

Baca juga: Caplok 6.000 Menara Telkomsel, Mitratel (MTEL) Siap Tawarkan Skema Atraktif ke Semua Operator

Sebelumnya, Mitratel mengumumkan akan mengakuisisi 6.000 menara PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) senilai Rp 10,28 triliun.

Dalam keterbukaan informasi MTEL, Selasa (2/8/2022), dijelaskan bahwa selain akuisisi 6.000 menara itu, MTEL bakal menyewakan kembali atas 6.000 menara yang dimaksud kepada Telkomsel. Lalu, Telkomsel juga memesan 1.000 menara BTS dari MTEL dalam waktu tiga tahun mendatang, serta sewa-menyewa atas 712 lahan milik Telkomsel oleh MTEL di mana menara didirikan.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com