Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Waran Terstruktur: Investasi Mini, Keuntungan Maksi

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:49 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rabu 10 Agustus 2022, tepat pada hari ulang tahun (HUT) ke-45 diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan produk baru investasi, yaitu waran terstruktur (structured warrant).

Tentu bukan faktor kebetulan peluncuran produk baru tersebut pada hari penting dalam sejarah pasar modal Indonesia. Sebab waran terstruktur diyakini bakal ikut berkontribusi besar terhadap pasar modal sebagai variasi produk dalam rangka pendalaman pasar (market deepening).

Sebagai ilustrasi, di bursa regional, waran terstruktur mampu berkontribusi hingga 10%-20% dari total nilai perdagangan. Waran terstruktur semacam efek yang diterbitkan oleh lembaga keuangan, yang memberikan hak kepada pembelinya untuk menjual atau membeli suatu underlying securities pada harga dan tanggal yang telah ditentukan.

Baca juga: Direspons Positif Investor, Waran Terstruktur Bisa Jadi Opsi Strategi Investasi

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mencoba memberikan penjelasan secara sederhana. “Apa sih waran terstruktur? Itu pada dasarnya adalah produk leverage. Jadi, kita bisa membeli saham dengan harapan saham itu naik, tapi dengan harga yang sangat minimum,” kata dia.

Laksono mengilustrasikan begini, “Jadi gampangnya, misal saham Astra. Harga saham Astra Rp 6.800. Ada anggota bursa (perusahaan sekuritas) yang mengeluarkan produk apabila nanti strike price-nya Astra mencapai Rp 7.200. Kalau harganya sampai Rp 7.600, ada beda Rp 400, itu keuntungan dari si pembeli waran terstruktur.”

Dalam hal ini, kata dia, investor membeli premi. Preminya bisa 3%-10%, tapi rata-rata kemungkinan 5%. “Jadi, dengan bayar 5% dari harga induknya (saham) yang misalnya Rp 7.000, kita bisa mendapatkan keuntungan yang istilahnya lebih tinggi. Kalau harganya turun, kita hanya kehilangan yang 5% tersebut. Itu inti dari waran terstruktur,” tuturnya.

Baca juga: Perusahaan Sekuritas Berbondong-Bondong Ajukan Izin Waran Terstruktur

Investor tentu akan memetik banyak keuntungan dari produk baru ini. Bagaimana tidak? Investasi dengan harga yang sangat minimum, tapi berpeluang memperoleh keuntungan maksimal.

Waran terstruktur memberikan opsi kepada para investor ritel agar mereka bisa turut berpartisipasi dengan modal yang relatif kecil dan risiko terukur.

Sumber: BEI.
Sumber: BEI.

Head of Equity Derivatives RHB Sekuritas Indonesia Kenneth Zhao mengemukakan, investor akan dimudahkan ketika ingin melakukan diversifikasi portofolio karena nominal pembelian waran terstruktur lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli saham utamanya.

Menurut Kenneth, pergerakan harga dari waran terstruktur (call) sejatinya akan mengikuti pergerakan dari saham dasarnya, sehingga sangat mudah bagi investor untuk memantau pergerakan harga dari waran terstrukturnya.

Baca juga: Waran Terstruktur Disiapkan Bagi Investor Ritel

“Singkatnya, ada beberapa keuntungan bagi investor waran terstruktur, yaitu modal investasi yang lebih rendah, memanfaatkan efek pengungkit (leverage), kerugian terbatas (sebesar modal awal), terdapat liquidity provider (memastikan ketersediaan likuiditas di pasar), serta pembayaran tunai saat jatuh tempo (jika waran terstruktur in the money),” jelasnya.

Sebagai informasi, secara year on year perputaran dana (turnover) waran terstruktur di Bursa Malaysia sekitar +2%, sementara di Bursa Thailand sekitar +10%. “Dengan angka inilah kami sangat yakin dan optimis terhadap Bursa Efek Indonesia. Jika waran terstruktur di Indonesia mampu mendapatkan perputaran pasar sebesar +1% hingga 2023, maka nominalnya bisa mencapai Rp 33 triliun,” pungkasnya.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan bahwa untuk sementara, produk akan dibatasi terlebih dulu untuk saham-saham yang masuk IDX30. “Ada produk baru yang bisa untuk diinvestasikan. Market deepening akan bertambah,” kata dia dalam Pembukaan Perdagangan dalam rangka 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: BEI Berharap Waran Terstruktur Jadi Produk Andalan dalam Tiga Tahun ke Depan

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan, produk ini nantinya akan dirilis oleh anggota bursa (AB) yang telah memenuhi persyaratan, seperti modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) minimal Rp 250 miliar dan tidak mencatatkan ekuitas negatif dalam satu tahun terakhir.

Dia menegaskan, siapa pun yang mengeluarkan waran terstruktur juga harus bertindak sebagai liquidity provider. “Artinya apa? Artinya memberikan kesempatan bagi investor yang membeli produk tersebut untuk bisa melakukan jual dan beli. Dalam arti kata tidak ada pihak lain, investor lain yang berminat membeli, di sinilah kegunaan liquidity provider,” ujar Laksono. Dalam satu atau dua bulan ini, menurut dia, bakal ada AB yang merilis waran terstruktur.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com