Menu
Sign in
@ Contact
Search
Suasana gerai kopi Starbucks di Jakarta. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Teresia May)

Suasana gerai kopi Starbucks di Jakarta. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Teresia May)

Pengelola Starbucks di Indonesia Ini (MAPI) Dapat Momentum, Cek Target Harga Sahamnya

Minggu, 14 Agustus 2022 | 14:02 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) atau MAP, pengelola beberapa merek terkemuka mulai dari Starbucks hingga Zara di Indonesia, kembali membukukan kinerja keuangan yang impresif seiring peningkatan mobilitas masyarakat.

“Kami percaya tahun ini menjadi momentum bagi Mitra Adiperkasa untuk pulih dengan pendorong utama adalah ekosistem omnichannel yang solid, konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah ke atas masih kuat, dan ekspansi,” tulis analis MNC Sekuritas Raka Junico Widyaman dalam risetnya, baru-baru ini.

Menurut Raka, emiten berkode saham MAPI ini memiliki ekosistem omnichannel yang mendukung penjualan online dengan program hadiah pemenang penghargaan yang disebut “MAPCLUB”. Hingga kuartal I-2022, MAPCLUB memiliki 5,2 juta anggota dengan nilai rata-rata per transaksi Rp 836.000 dan frekuensi belanja rata-rata 1,6 kali per tahun.

Baca juga: Laba Bersih Mitra Adiperkasa (MAPI) Melesat, Kembali Masuki Fase Pertumbuhan

Berdasarkan keterangan manajemen, anggota MAPCLUB telah berkontribusi sekitar 50-60% terhadap pendapatan. Perseroan kini lebih banyak ekspansi gerai di luar pusat perbelanjaan seperti Starbucks (tumbuh 60%) dan Subway (naik 55%) yang kurang sensitif terhadap pembatasan, yang diharapkan dapat mempertahankan pendapatannya.

Di sisi lain, pemberian vaksin booster diperkirakan mencapai 80% pada Oktober 2022, sehingga bagus untuk bisnis peritel. “Sebesar 34% bisnis MAPI berlokasi di pusat perbelanjaan. Kami memproyeksikan, tingkat vaksinasi 80-90% akan terjadi pada minggu pertama atau kedua Oktober 2022,” jelas Raka.

Sebab itu, MNC Sekuritas tetap merekomendasikan beli MAPI dengan target harga baru Rp 1.150, yang menyiratkan proyeksi PE/PBV sebesar 13,01 kali/2,04 kali pada tahun ini. Pada perdagangan Jumat (12/8/2022), MAPI ditutup pada harga Rp 1.020. Dengan demikian, potensi gain MAPI sebesar 12,7%.

“Risiko utama dari saham ini di antaranya pembatasan mobilitas yang tidak terduga atau kebijakan vaksin Covid-19, permintaan konsumen menengah ke atas yang lelah, serta konsekuensi yang tidak diinginkan dari pelemahan dolar atau rupiah,” sebut Raka.

Sebelumnya, Mitra Adiperkasa mengumumkan kinerja keuangan yang sangat baik sepanjang semester I-2022 dengan momentum penjualan yang meningkat pada semua unit bisnis, sehingga membukukan rekor laba bersih pada kuartal II dan semester I-2022.

Baca juga: Ramayana (RALS) Mau Buyback Saham Rp 200 Miliar

Pada kuartal II, pendapatan bersih MAPI meningkat 37,2% menjadi Rp 6,6 triliun dari Rp 4,8 triliun, dengan margin laba kotor naik menjadi 45,6% dari 43,5% pada tahun sebelumnya. Laba usaha melonjak 68,4% menjadi Rp 836 miliar dari Rp 496,3 miliar.

EBITDA tumbuh 31,2% menjadi Rp 1,4 triliun dari Rp 1 triliun. Laba bersih tumbuh signifikan menjadi Rp 621,9 miliar dari Rp 269,6 miliar.

Sepanjang semester I, pendapatan bersih MAPI meningkat 34,1% menjadi Rp 12,2 triliun dari Rp 9,1 triliun, dengan margin laba kotor naik menjadi 44,4% dari 42,7% pada periode sama tahun lalu.

Kemudian, laba usaha tumbuh 93,6% menjadi Rp 1,3 triliun dari Rp 684 miliar. EBITDA mencapai Rp 2,4 triliun, meningkat dari Rp 1,8 triliun pada periode sama tahun lalu. Laba bersih melesat 316,3% menjadi Rp 1,2 triliun dari Rp 288,1 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com