Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ditopang Katalis Positif, Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimis Target Penjualan Tercapai.

Ditopang Katalis Positif, Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimis Target Penjualan Tercapai.

Jalankan Strategi Ini, Kapuas Prima (ZINC) Kejar Perbaikan Kinerja di Semester II

Senin, 15 Agustus 2022 | 07:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Emiten produsen logam dasar PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) mengalami penurunan penjualan sepanjang semester I-2022 sebesar 18% secara year on year (yoy) menjadi Rp 411,35 miliar, dari Rp 499,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Turunnya penjualan ini membuat laba bersih  ZINC juga tergerus 68% menjadi hanya Rp 28,27 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp 89,52 miliar.

Sebagai upaya pemulihan kinerja di semester II ini, Direktur ZINC Evelyne Kioe mengatakan, ZINC akan menggenjot produksi dengan target galena berkadar tinggi pada semester II-2022.

Baca juga: Kapuas Prima Coal (ZINC) Gencarkan Produksi Smelter Timbal di Indonesia

Adapun, awal tahun 2022 menjadi tahun yang cukup menantang, karena ekonomi global yang menyusut terkait perang Rusia-Ukraina yang tengah berlangsung. Walaupun harga komoditas untuk timbal (Pb) dan Seng (Zn) sempat meningkat pada kuartal I-2022, koreksi terhadap harga komoditas kembali terjadi pada kuartal II-2022.

Seiring dengan meningkatnya harga komoditas di kuartal I-2022, mayoritas harga bahan baku minyak, angkutan dan lain-lain juga meningkat berkali lipat yang disebabkan oleh tingginya inflasi dan kelangkaan akan ketersediaan persediaan. “Hal ini tentunya memberikan dampak negatif terhadap kinerja perseroan di kedua sisi,” kata Evelyne dalam keterangan resminya, dikutip Senin (15/8/2022).

Baca juga: Ditopang Katalis Positif, Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimis Target Penjualan Tercapai

Secara umum, lanjutnya, komoditas Pb dan Zn masih tergolong stabil, terlihat dari harga Pb dan Zn yang terkonsolidasi di US$ 2.160 per ton dan US$ 3.600 per ton masing-masing. Hal ini disebabkan karena jumlah permintaan global terhadap kedua komoditas ini tergolong tinggi. Faktor kedua juga disebabkan oleh banyaknya smelter di Eropa yang tutup sementara karena terjadinya krisis energi.

“Kami tentunya akan secara fleksibel menggunakan strategi-strategi dalam perkembangan, baik dari segi kapasitas, kadar, efisiensi guna menjaga agar kinerja perseroan tetap positif,” ujar Evelyn.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com