Menu
Sign in
@ Contact
Search
Sejumlah truk melintas di proyek pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 2 di Lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 17 Agustus 2022. (Foto: Antara)

Sejumlah truk melintas di proyek pembangunan jalan lingkar Sepaku segmen 2 di Lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 17 Agustus 2022. (Foto: Antara)

Anggaran Bangun IKN Melesat, Saham Emiten BUMN Konstruksi Kian Kinclong

Kamis, 18 Agustus 2022 | 09:44 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah telah menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk tahun 2023. Tidak hanya itu, total anggaran infrastruktur tahun depan juga dinaikkan sebesar 7,8% menjadi Rp 392 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Muhammad Naufal Yunas menuliskan, kenaikan anggaran terbesar diberikan untuk pembangunan IKN yang juga prioritas utama pemerintah. Berdasarkan data RAPBN 2023, anggaran infrastruktur dasar IKN mencapai Rp 20,8 triliun, naik dibandingkan anggaran tahun ini senilai Rp 5,4 triliun.

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 23,6 Triliun untuk Pembangunan IKN dalam RAPBN 2023

“Pengembangan infrastruktur tetap menjadi agenda utama pemerintah, yaitu sebagian besar dana tersebut akan dibelanjakan untuk pembangunan infrastruktur jalan atau konektivitas, perumahan, dan bangunan. Sedangkan tender sejumlah proyek pemerintah sudah tuntas setidaknya akhir bulan ini,” tulis dia dalam riset terbaru.

Selain anggaran dalam RAPBN, investasi infrastruktur akan bersumber dari pembiayaan program investasi untuk pemerintah pusat dan daerah. Diperkirakan pengembangan infrastruktur senilai Rp 85,6 triliun akan berasal dari program investasi.

Inovasi program investasi berasal dari BUMN dan INA untuk mendukung pembiayaan infrastruktur. Dana tersebut juga bertujuan untuk mempercepat pembangunan proyek IKN yang ditargetkan tuntas pada 2024.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran penambahan modal untuk beberapa BUMN tahun 2023, yaitu PT Hutama Karya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Baca juga: Saham Sektor Konstruksi Masih Menjanjikan?

Dana juga dialokasikan untuk LMAN dan pembiayaan perumahan (FLPP). Dialokasikan senilai Rp 25,4 triliun untuk LMAN untuk mengakuisisi lahan program pengembangan jalan, seperti jalan tol Jogja-Solo-Kulonprogo, Trans Sumatera, dan Jogja-Bawen, dan Semarnag-Demak, dan beberapa ruas tol lainnya.

Yunas mengatakan, peningkatan anggaran tersebut akan berimbas positif terhadap saham-saham emiten konstruksi. Dengan demikian, saham BUMN konstruksi direkomendasikan overweight.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli seluruh emiten BUMN konstruksi, yaitu saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dengan target harga Rp 1.600, PT PP Tbk (PTPP) senilai Rp 1.200, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar Rp 1.300, dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencapai Rp 1.000.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com