Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu gerai PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD). Foto: BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Salah satu gerai PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD). Foto: BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Ditopang Penjualan Ekspor, Laba Integra Indocabinet (WOOD) Naik 35,28%

Senin, 22 Aug 2022 | 05:00 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Jualan ekspor moncer, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) pada semester I-2022 catat kinerja positif. Dengan membukukan laba tahun berjalan Rp 300,09 miliar. Angka itu naik 35,28% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 221,83 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2022, sektor ekspor memberikan kontribusi yang paling besar pada WOOD. Segmen manufaktur building component menyumbang sebanyak Rp 2,15 triliun, dari sebelumnya hanya berkontribusi Rp 1,16 triliun atau meningkat 85,34%. Disusul segmen lainnya yakni Set Up menyumbang Rp 451,19 miliar dan knock down berkontribusi Rp 401,57 miliar.

Sedangkan pada segmen lokal, segmen building manufacture menyumbang Rp 31,74 miliar, bertumbuh 81.06% dari sebelumnya Rp 17,53 miliar pada akhir semester I-2022. Kemudian segmen set up dan knock down masing-masing menyumbang Rp 10,75 miliar dan 6,10 miliar. Pundi-pundi Integra Indocabinet dipertebal dengan pemasukan dari segmen kehutanan Rp 83,38 miliar atau melesat lebih dari 100%, sebelumnya hanya mampu menyumbang Rp 7,92 miliar.

Rincian penjualan yang melebihi dari 10% berasal dari Hampton Lumber Sales sebanyak Rp 662,87 miliar atau berkontribusi 21,14% terhadap total pendapatan dan Costco Wholesale Corporation Rp 328,82 miliar atau berkontribusi sebesar 10,49%. Dengan demikian total pendapatan WOOD pada periode ini sebesar Rp 3,13 triliun, naik signifikan dari sebelumnya hanya Rp 2,14 triliun.

Advertisement

Baca juga: Integra Indocabinet (WOOD) Kebanjiran Pesanan, Target Harga Saham Melambung 

Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan naik 38,36% menjadi Rp 2,02 triliun. Sebelumnya Rp 1,46 triliun, laba bruto yang diperoleh WOOD sebesar Rp 1,11 triliun. Kemudian beban penjualan, umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 542,68 miliar dan Rp 97,09 miliar. Dengan begitu jumlah beban operasional dari perseroan sebesar Rp 639,78 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan pada periode ini sebesar Rp 6,89 triliun yang terdiri dari aset lancar Rp 4,41 triliun dan aset tidak lancar Rp 2,47 triliun. Sedangan total liabilitas sebesar Rp 2,99 triliun, utang perseroan tercatat menurun 5,08% hingga menjadi Rp 3,15 triliun. Kinerja positif tersebut membawa laba per saham dari WOOD naik menjadi Rp 47,13 per saham dari sebelumnya Rp 34,78 per saham.

Direktur Integra Indocabinet (WOOD) Wang Sutrisno mengatakan, kinerja positif dari perseroan diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir tahun 2022. Pasalnya, pemesanan produk furnitur perseroan telah penuh (full) hingga Oktober mendatang. Padahal, Amerika Serikat (AS) sebagai pasar utama WOOD tengah dilanda kenaikan inflasi yang cukup tinggi pada tahun ini.

Baca juga: Direkomendasikan Beli, Kinerja Integra (WOOD) Melesat Lampaui Estimasi

“Kami masih optimistis penjualan bisa naik 25% pada tahun ini. Dalam bisnis furnitur, biasanya musim puncak akan terjadi pada semester dua. Tercermin dari order book perseroan yang sudah full hingga bulan sepuluh,” kata Wang kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Wang menambahkan WOOD akan memperdalam pasar ekspor utama, yakni AS. Begitu juga pada pasar Eropa yang masih bertumbuh dan memiliki potensi pasar yang luas. “Memang di tengah gejolak konflik Rusia dan Ukraina, ekspor produk dari Asia ke Eropa menjadi terhenti, Namun demikian, selalu ada peluang di tengah hambatan tersebut,” kata Wang.

Wang menyebutkan, Indonesia cukup unggul di pasar ekspor furnitur kayu karena ketersediaan bahan baku kayu yang masih melimpah. Karena keunggulan itu pula, Integra Indocabinet melihat pasar domestik memiliki peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perseroan, sejalan dengan kemampuan perseroan menawarkan harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan dengan para pesaing regional lainnya.

Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya menyebutkan WOOD bakal melanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan 2022. Meskipun sudah mengalami lonjakan sepanjang tahun lalu hingga melampaui estimasi. “Realisasi laba bersih pada 2021 tersebut telah melampaui estimasi kami atau setara dengan 123% dari target. Sedangkan perolehan pendapatan telah merefleksikan 125% dari target BRI Danareksa Sekuritas,” tulis dia.  

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com