Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Foto: Ist)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). (Foto: Ist)

Waskita Precast (WSBP) Belum Realisasikan Perjanjian Damai PKPU, Ini Sebabnya

Senin, 22 Aug 2022 | 13:08 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan belum dapat melaksanakan segala ketentuan penyelesaian utang perseroan berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah dihomologasi.

Sekretaris Perusahaan WSBP Fandy Dewanto menjelaskan, perseroan saat ini sedang menjalani proses kasasi yang telah diajukan PT Bank DKI kepada Mahkamah Agung.

Baca juga: ADHI Terima Pembayaran Dua Proyek Besar Rp 2,8 Triliun

Sehubungan dengan hal tersebut, segala ketentuan penyelesaian utang oleh perseroan berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah dihomologasi oleh majelis hakim pada Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 28 Juni 2022 belum dapat dilaksanakan sampai dengan Mahkamah Agung Republik Indonesia menjatuhkan putusan terhadap permohonan kasasi tersebut bersifat final dan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Advertisement

“Sebagaimana dalam Pasal 287 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang,” papar Fandy dalam keterbukaan informasi, Senin (22/8/2022).

Dia menambahkan, perseroan akan mengikuti proses hukum yang berlangsung sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sampai dengan permohonan kasasi tersebut bersifat final dan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Fandy mengungkapkan, kondisi operasional perseroan berjalan dengan normal. Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan langkah perbaikan tata kelola perusahaan dan pengendalian internal agar perseroan dapat meningkatkan kualitas implementasi good corporate governance (GCG) serta meningkatkan kinerja dengan lebih baik.

Baca juga: Dirut Jhonlin Agro (JARR) Mundur, Ada Apa?

Dia juga menyatakan, pemenuhan kewajiban bagi kreditur dan/atau supplier dengan tagihan sebelum 25 Januari 2022 akan mengikuti ketentuan dalam perjanjian perdamaian PKPU perseroan. Implementasi dari perjanjian perdamaian akan dilakukan menunggu putusan perdamaian berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Sementara itu, pemenuhan kewajiban kepada kreditur dan/atau supplier dengan tagihan setelah 25 Januari 2022 akan dilakukan sesuai dengan perjanjian antara perseroan dan kreditur/Supplier,” imbuh dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com