Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja menunjukkan emas batangan Antam di Jakarta, baru-baru ini. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Pekerja menunjukkan emas batangan Antam di Jakarta, baru-baru ini. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Direksi Antam (ANTM) Tanggapi Tren Penurunan Harga Emas

Selasa, 23 Aug 2022 | 21:38 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tren penurunan harga emas, mulai dari melakukan operation excellence, agresif dalam penjualan, hingga digitalisasi.

Diketahui, harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia pada Selasa (23/8/2022) tercatat turun menjadi Rp 3.000 per gram. Mengacu pada situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam kini berada di Rp 968.000 dari harga yang dicetak pada Senin (22/8/2022) di posisi Rp 971.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam berada di Rp 833.000 per gram, menurun sebesar Rp 4.000 dibandingkan dengan harga buyback pada Senin kemarin yang berada di posisi Rp 837.000 per gram.

Baca juga: Nikel Jadi Katalis Utama Antam (ANTM), Target Harga Sahamnya Baru nih!

Advertisement

Menanggapi penurunan harga tersebut, Direktur Operasi dan Produksi I Antam Dewa Bagus Sugata Wirantaya mengungkapkan bahwa tren penurunan harga emas telah terjadi sejak April 2022 dan sempat mengalami rebound pada awal Juli tahun ini, namun harganya kembali menyusut.

“Dari beberapa kondisi ini, kami akhirnya melakukan operation excellence dengan melakukan efisiensi dengan mengutamakan bagaimana proses-proses produksi. Di samping itu, kami juga agresif melakukan proses marketing,” jelas Dewa di Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Saat ini, emiten berkode saham ANTM tersebut juga gencar berinvestasi dengan menambah jumlah mesin. Selain sebagai upaya memodernisasi logam mulia, sekaligus untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 2,5 juta keping menjadi 2,7 juta keping.

Bukan hanya itu, ANTM juga mengembangkan program inisiatif seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat berinvestasi di emas dengan mengembangkan program brankas yang diikuti dengan proses digitalisasi.

"Sekarang tim logam mulia sedang melakukan digitalisasi dan kami harapkan di awal 2023 proses digitalisasi logam mulia itu selesai sehingga pelanggan bisa mudah melakukan transaksi,” tuturnya.

Meski harga emas berada dalam tren penurunan, Dewa tetap optimistis harganya akan kembali cerah karena pada dasarnya emas merupakan investasi yang tahan terhadap inflasi.

Baca juga: Rencana Aksi Direstui, Antam (ANTM) Makin Leluasa Garap Industri EV Battery

“Kami tetap optimistis emas sebagai investasi yang aman bagi masyarakat dan bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang dan menengah,” imbuhnya.

Apalagi, ANTM merupakan satu-satunya perseroan di Indonesia yang memiliki sertifikat London Bullion Market Association dan berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan beberapa proses seperti modernisasi, digitalisasi, dan efisiensi biaya sehingga bisa memberikan added value kepada pelanggan.

"Kami juga berencana membuat seri-seri emas dengan mengusung tema-tema kearifan lokal dan budaya bangsa seperti seri batik dan sebagainya," pungkas Dewa.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com