Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, Nicolas D. Kanter.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, Nicolas D. Kanter.

Bos Antam (ANTM) Beberkan soal Hilirisasi Nikel hingga Mitra Strategis

Selasa, 23 Agustus 2022 | 22:25 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, Nicolas D. Kanter membeberkan alasan perseroan fokus pada hilirisasi nikel.

Agresivitas itu ditunjukkan oleh anggota BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, tersebut dengan melakukan spin off dan pengalihan saham kepada dua anak usahanya yang bergerak di bidang pertambangan nikel, yaitu PT Nusa Karya Arindo (NKA) dan PT Sumberdaya Arindo (SDA).

“Jadi, terkait hilirisasi ini pertama adalah karena kita mempunyai cadangan sumber daya nikel yang besar, sehingga potensi itu harus di-unlock,” kata pria yang akrab disapa Nico ini di Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Apalagi, selama ini produk hilirisasi nikel yang ada di proyek-proyek di Indonesia hanya dijadikan sebagai stainless steel. Karena itu, meng-unlock potensi sumber daya nikel ini penting untuk dilakukan.

Baca juga: Direksi Antam (ANTM) Tanggapi Tren Penurunan Harga Emas

Selain itu, emiten berkode saham ANTM ini mencermati tren perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). “Jadi, kalau kita lihat proyeksinya, EV ini akan mendominasi. Dari semua konsultan yang ada, mereka memproyeksikan tahun 2035 akan ada kenaikan market share sebesar 35%. Itulah kenapa hilirisasi nikel ini menjadi strategis bagi kita,” tutur Nico.

Didukung lagi, dengan perekonomian Indonesia yang terus bertumbuh. Bahkan, Indonesia dicanangkan akan menempati posisi nomor lima dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2045. Harapannya, melalui pertumbuhan ekonomi tersebut dapat meningkatkan daya beli kelas menengah. Meski terbilang masih jauh, namun Nico menekankan, hal itu mesti dipersiapkan mulai dari sekarang.

Alasan selanjutnya yang mendorong Antam fokus pada hilirisasi nikel adalah persoalan lingkungan. “Jadi tren di dunia menunjukkan 23% dari keseluruhan emisi gas rumah kaca itu bersumber dari gas buangan kendaraan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Artinya, tren dunia akan berubah untuk masuk ke EV dalam kaitannya bagaimana menanggulangi masalah lingkungan di dunia. Jadi, hilirisasi ini merupakan proyek ekosistem yang strategis dan sejalan dengan yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya.

Kemudian aspek lain yang juga penting untuk diperhatikan dalam hilirisasi ini yaitu memilih para mitra strategis. Menurut Nico, mitra-mitra strategis yang akan digandeng ANTM dalam hilirisasi ini mereka yang betul-betul menguasai pasar. “Jadi, mereka adalah nomor satu dan dua di dunia yang menguasai pasar untuk EV dan hal itu juga sebagai sesuatu yang harus kita kerjasamakan,” ungkap Nico.

Baca juga: Nikel Jadi Katalis Utama Antam (ANTM), Target Harga Sahamnya Baru nih!

Di samping menguasai pasar, para mitra strategis juga harus memiliki teknologi, kapital, dan berstandar ESG yang tinggi. Sebab sekalipun perseroan sudah melakukan perbaikan kinerja, Antam tetap membutuhkan adanya transfer teknologi, kapital dan berstandar ESG tinggi.

“Jadi para mitra strategis ini harus memiliki kapasitas finansial yang mumpuni karena untuk bermain di industri EV battery, kami harus bisa bersaing bukan hanya dari aspek competitive advantages, tetapi juga memenuhi kriteria standar ESG yang kelas dunia,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com