Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi emas batangan. Sumber: Antaranews

Ilustrasi emas batangan. Sumber: Antaranews

Gerak Emas Tertahan Pernyataan Presiden Fed Minneapolis

Rabu, 24 Aug 2022 | 11:29 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga emas melemah di zona US$ 1.744,87 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah setelah ditutup menguat pada hari perdagangan kemarin. Pergerakan emas dipicu oleh rilisnya estimasi angka indeks manufaktur Amerika Serikat (AS) dan komentar hawkish pejabat The Fed.

Harga emas hari ini bergerak melemah setelah ditutup menguat pada hari perdagangan kemarin. Dirilisnya data Flash Manufacturing PMI oleh Markit yang berada di level 51.3 membawa dolar ditutup terdepresiasi di level 108.25 sehingga mendorong emas terapresiasi di level US$ 1.747,98 di hari perdagangan kemarin. Estimasi angka indeks manufaktur yang berada di atas 50 mengindikasikan ekspansi di bidang manufaktur namun angka tersebut turun dibanding data sebelumnya di level 52.2 dan ekspektasi di angka 51.8.

Baca juga: Akhirnya, Harga Emas Antam Mampu Bangkit

Data aktivitas manufaktur yang terkoreksi mengindikasikan kondisi ekonomi yang melemah sehingga emas sempat mengalami penguatan. Pergerakan positif emas tertahan oleh pernyataan Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari yang menganggap inflasi masih berada di level tinggi sehingga kenaikan suku bunga acuan masih dibutuhkan hingga membawa inflasi ke level 2%.

Advertisement

Inflasi AS saat ini berada di angka 8.5% dan pasar saat ini menantikan konferensi tahunan perbankan global di Jackson Hole yang dihadiri Gubernur The Fed Jerome Powell yang diharapkan memberi sinyal seberapa jauh The Fed menaikan suku bunga acuan di September mendatang.

Baca juga: Direksi Antam (ANTM) Tanggapi Tren Penurunan Harga Emas

Pernyataan hawkish tersebut membawa indeks dolar saat ini bergerak di level 108.44 sehingga membebani pergerakan emas ke zona US$ 1.744,87. Tingginya suku bunga acuan akan membuat produk keuangan yang menghasilkan bunga lebih diminati karena lebih menjanjikan imbal hasil dibandingkan emas. Imbal hasil obligasi AS saat ini berada di areal 3.05% sehingga menekan permintaan terhadap emas. Menguatnya kembali indeks dolar dan yield obligasi AS menjadi katalis negatif bagi emas.

Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.739,08 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.753,98. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.732,89 hingga ke areal US$ 1.728,11, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.759,05 hingga ke areal US$ 1.766,64.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com