Menu
Sign in
@ Contact
Search
Investor memantau pergerakan saham di galeri sekuritas di Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

Investor memantau pergerakan saham di galeri sekuritas di Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

Emiten Asuransi Raih Laba Rp 2,01 Triliun di Semester I-2022

Senin, 5 September 2022 | 09:55 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Sebanyak 15 dari 16 emiten di sektor perasuransian mencetak laba bersih sebesar Rp 2,01 triliun atau tumbuh 43,01% secara tahunan (year on year/yoy) pada semester I-2022. Laba tetap tumbuh meski terjadi peningkatan rata-rata klaim bruto mencapai 30,56%.

Sejumlah emiten asuransi tersebut mencatat klaim sebesar Rp 6,30 triliun atau rata-rata tumbuh 30,56% (yoy) pada semester I-2022. Sementara premi/kontribusi bruto hanya tumbuh 10,18% menjadi 12,21 triliun. Termasuk hasil investasi sebesar Rp 979,25 miliar atau naik 39,76%.

Kontribusi terbesar ditorehkan PT Paninvest Tbk (PNIN) dengan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,34 triliun, meningkat 58,56% (yoy) pada semester I-2022. Pencapaian ini tidak terlepas dari keuntungan yang belum direalisasi dari efek dan reksa dana pada nilai wajar yang berbalik positif menjadi Rp 443,86 miliar, yang sekaligus mendongkrak sisi pendapatan perseroan.

Baca juga: Petinggi AKR Corporindo (AKRA) Belanja Saham Perseroan

Sementara dari sisi produksi, premi bruto PNIN cenderung turun tipis 2,72% (yoy) menjadi Rp 1,06 triliun. Dengan rincian, lini premi pertanggungan jiwa turun 43,67% menjadi Rp 164,11 miliar. Sedangkan premi unit link naik hanya naik 4,57% menjadi Rp 805,85 miliar.

Realisasi hasil investasi susut 16,47% (yoy) pada semester I-2022 jadi Rp 288,17 miliar. Sementara pada saat yang sama, klaim bruto PNIN naik 23,56% jadi Rp 841,37 miliar.  Klaim dan manfaat dibayar banyak dikontribusi dari lini nilai tunai dan rawat inap, masing-masing naik 13,16% dan 48,99%.

Selanjutnya, emiten bersandi TUGU yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) membukukan laba bersih sebesar Rp 225,38 miliar atau tumbuh 58,25% (yoy) pada semester I-2022. Perolehan ini seiring dengan produksi premi mencapai Rp 3,52 triliun atau naik 25,41 (yoy).

Selain premi, Direktur Teknik Tugu Insurance Syaiful Azhar menyampaikan, terjadi pertumbuhan pendapatan underwriting 12% menjadi Rp 1,11 triliun. Pendapatan investasi mencapai Rp 174,57 miliar. Serta, didukung pendapatan usaha dari jasa sewa dan survei yang naik 24% menjadi Rp 179,02 miliar.

Baca juga: Ajaib Sekuritas: IHSG Mixed, Simak Target Harga AKRA, ENRG dan BANK

"Saat ini risk based capital (RBC) Tugu Insurance sebesar 405,64% masih jauh diatas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 120%, untuk itu kami optimis dapat melanjutkan tren kinerja baik ini hingga akhir tahun 2022, dengan tetap fokus pada beberapa strategi perusahaan," kata Syaiful, belum lama ini.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga tercatat telah membayarkan klaim mencapai Rp 1,12 triliun pada semester I-2922. Nilai tersebut naik 17,27% (yoy) dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 962,63 miliar.

Berikutnya ada PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) yang mencetak laba bersih sebesar Rp 193,65 miliar, tumbuh 60,03% (yoy) pada semester I-2022. Pencapaian tersebut memang tidak sejalan dengan realisasi premi bruto yang anjlok 38,83% (yoy) menjadi Rp 1,18 triliun.

Sementara klaim bruto dicatatkan naik 57,85% menjadi Rp 1,68 triliun. Namun secara net, klaim dan manfaat dibukukan turun 33,07% menjadi Rp 939,27 miliar, karena penurunan liabilitas manfaat polis masa depan dan estimasi klaim pada unit link dan polis lain.

Baca juga: Mirae: IHSG Konsolidasi, Intip Rekomendasi ESSA, AKRA dan PGAS

Sinarmas MSIG LIfe yang memiliki aspirasi menjadi perusahaan asuransi Jepang nomor 1 di Indonesia berdasarkan annualized premium equivalent (APE) ini berhasil membalikkan hasil investasi ke arah positif. Hasil investasi dibukukan mencapai Rp 393,50 miliar pada semester I-2022, berbalik dari negatif Rp 21,67 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) menyusul dengan laba bersih sebesar Rp 92,73 miliar atau meningkat 26,28% (yoy) pada semester I-2022. Seiring dengan perolehan premi bruto yang naik 24,33% (yoy) menjadi Rp 1,22 triliun.

Sedangkan hasil investasi Lippo Insurance tercatat menurun 35,70% (yoy) menjadi Rp 12,68 miliar. Adapun klaim bruto dicatatkan naik 34,39% (yoy) menjadi Rp 819,75 miliar. LPGI mencatat RBC di level 160%, di atas batas minimum sebesar 120%.

Kemudian PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) sampai semester I-2022 membukukan laba bersih sebesar Rp 80,87 miliar atau naik 5,41% (yoy) pada semester I-2022. Pada saat yang sama, premi bruto dicatatkan sebesar Rp 1,38 triliun atau tumbuh 8,66%.

Baca juga: Permintaan Tinggi, MAS Group Luncurkan Brand Bali Resort di Tangerang

Peningkatan premi tersebut terutama terjadi di lini asuransi kebakaran (harta benda) dan asuransi kendaraan bermotor. Sementara itu, klaim dan manfaat bruto dicatatkan sebesar Rp 445,20 miliar naik 42,19%. Meski begitu, rasio klaim AMAG relatif masih rendah di level 32,14%, jauh di bawah rata-rata emiten asuransi di posisi 51,66%.

Lalu PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) dengan laba bersih sebesar Rp 67,35 miliar. Meski turun 8,67% (yoy) pada semester I-2022, perseroan masih tercatat sebagai salah satu emiten asuransi dengan perolehan laba terbesar.

Perolehan tersebut tidak terlepas dari kinerja ABDA yang cenderung stagnan, berikut premi bruto hanya tumbuh 2,40% (yoy) menjadi Rp 330,55 miliar dan hasil investasi turun 7,91% (yoy) jadi Rp 61,16 miliar. Sementara klaim bruto baik 3,36% menjadi Rp 138,93 miliar pada semester I-2022.

Penurunan laba bersih juga terjadi pada PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM). Perusahaan asuransi umum itu mencatat laba sebesar Rp 42,88 miliar atau susut 13,16% (yoy) pada semester I-2022. Padahal dari sisi top line, premi bruto berhasil melesat 16,08% menjadi Rp 1,23 triliun.

Baca juga: Laba Bersih MNC Kapital (BCAP) Melesat 4 Kali Lipat

Termasuk hasil investasi ASRM yang mampu naik 22,82% menjadi Rp 8,02 miliar. Tapi di samping itu, klaim bruto tumbuh 12,27% menjadi Rp 616,58 miliar. Salah satu faktor penyusutan laba dipengaruhi beban usaha yang meningkat 9,82% jadi Rp Rp 154 miliar.

Di sisi lain di semester I-2022, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) membukukan laba bersih Rp 7.05 miliar atau naik 6,40% (yoy). Diikuti PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) dengan laba bersih Rp 4,32 miliar atau naik 369,57% (yoy). Kemudian disusul PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) dengan laba bersih Rp 3,88 miliar, berbalik dari periode sama tahun sebelumnya rugi bersih Rp 1,43 miliar.

Selanjutnya PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) dengan laba bersih Rp 3,73 miliar, turun 34,10%. Laba bersih PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) sebesar Rp 2,51 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 2,33 miliar. Sedangkan PT Victoria Insurance Tbk (VINS) mencetak laba Rp 1,97 miliar, cenderung turun tipis 0,51% pada semester I-2022.

Pada saat yang sama, PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) turut membukukan laba Rp 0,10 miliar atau naik sekitar 25%. Sementara PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) tercatat rugi bersih Rp 56,75 miliar, dari sebelumnya laba bersih Rp 12,63 miliar. Adapun sampai tulisan ini diolah, satu emiten yakni PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) belum melaporkan kinerja keuangannya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com