Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Salah satu tol Grup Waskita. Foto: PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Waskita (WSKT) Tuntaskan Divestasi 2 Ruas Tol dengan INA

Selasa, 6 Sep 2022 | 22:27 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Emiten konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR), menuntaskan divestasi dua ruas tol kelolaannya, yaitu Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan Pemalang sepanjang 94 km dengan Indonesia Investment Authority (INA).

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan, dua ruas tol tersebut merupakan backbone dari tol trans Jawa, dan berkontribusi positif bagi pendapatan perseroan. Namun, karena kondisi bisnis Waskita, divestasi ini harus dilakukan, meski melalui proses yang cukup panjang.

Alhamdulilah dengan selesainya transaksi ini, kami berharap akan membantu Waskita Group untuk menyelesaikan dan menyehatkan kondisi keuangan Waskita,” ujar Destiawan dalam acara Penyelesaian Transaksi Ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan Pemalang antara INA dan WTR di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: DPR Pertanyakan Penyehatan Waskita Karya (WSKT)

Advertisement

Destiawan menerangkan bahwa divestasi ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang ini merupakan kemitraan strategis kedua yang rampung pada tahun ini. Sebelumnya, pada kuartal II-2022, emiten berkode saham WSKT tersebut menuntaskan divestasi ruas Tol Cimanggis-Cibitung dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Karena itu, dia mengapresiasi INA dan mitranya yang telah menyelesaikan proses ini dan diharapkan bisa terus berlanjut. Sebab, ungkap Destiawan, WSKT masih memiliki beberapa ruas yang perlu diselesaikan.

“Target strategic partnership kami selanjutnya adalah ruas Tol Pemalang-Batang. Mudah-mudahan ini dapat terlaksana pada tahun ini. Tahun depan, kami akan menawarkan ruas-ruas tol yang akan kami selesaikan yang didanai Penyertaan Modal Negara (PMN),” tambah dia.

Baca juga: Rights Issue November, Waskita (WSKT) Dorong Tuntaskan Proyek Jalan Tol

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik penyelesaian transaksi kerja sama investasi antara INA dan Waskita Karya beserta anak perusahaannya PT Waskita Toll Road (WTTR), untuk ruas Jalan Tol Kanci–Pejagan dan Tol Pejagan–Pemalang. Kerja sama dan kesepakatan pencairan dana dari INA, melalui anak perusahaan yang sepenuhnya milik lembaga pengelola investasi Indonesia itu, yaitu PT Rafflesia Investasi Indonesia (RII) dan PT Abhinaya Investasi Indonesia (AII) membuat arus kas Waskita Karya semakin kuat untuk pengembangan proyek-proyek lanjutan.

"Dalam kondisi apapun, pembangunan infrastruktur harus terus berjalan. Dengan skema ini, kita membuktikan bahwa infrastruktur bisa dibangun dengan investasi, dan yang terpenting, tanpa utang. Jadi dari sisi posisi di neraca pun lebih baik, tidak menjadi beban perusahaan yang mendapat penugasan, seperti Waskita Karya group," ujar Erick Thohir.

Dia menambahkan, di tengah krisis global yang berpengaruh pada nilai tukar mata uang antar negara, pembangunan infrastruktur idealnya memang menggunakan dana investasi, dan tidak dari pinjaman. Oleh karena itu, Erick mengapresiasi keterlibatan banyak pihak yang berkolaborasi dan bersinergi untuk mendukung kapasitas dana sehingga investasi INA berjalan maksimal dalam mempercepat infrastruktur jalan tol di tanah air.

Baca juga: Agustus 2022, Kontrak Baru Nusa Konstruksi (DGIK) Melesat Jadi Rp 814,7 Miliar

“Tentu saya juga mengucapkan terima kasih kepada INA yang terus berkolaborasi untuk memastikan aset-aset BUMN yang sudah diinvestasikan, baik dari dana Pemerintah atau pun hasil dari aksi korporasi BUMN ini, bisa kita polarisasi dengan baik. Dan ini tentu bagian yang berkelanjutan di mana kita akan mendorong semakin banyak aset-aset BUMN supaya bisa terbuka, transparan, dan dilakukan secara mekanisme pasar. Investasi ini menjadi bagian dari kredibilitas agar investor bisa percaya bahwa ini (adalah) momentum yang sangat baik untuk Indonesia dalam membuka pertumbuhan ekonomi Indonesia dan merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dunia,” tandas dia.

Menteri Erick menegaskan, pihaknya di Kementerian BUMN akan mendorong terus penyehatan yang ada di BUMN-BUMN Karya. "Dan kita juga sudah bisa membuktikan bahwa infrastruktur memang investasi yang memerlukan waktu untuk recover. Jadi bukan seperti yang selalu dipersepsikan bahwa investasi jalan tol yang mangkrak. Tidak seperti itu. Memang investasi jalan tol memerlukan waktu sekitar 7-8 tahun, sehingga bisa dalam kondisi yang sangat baik,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com