Kamis, 30 Maret 2023

Ultimatum Rusia Dongkrak Minyak Kembali Bullish

Indah Handayani
8 Sep 2022 | 10:53 WIB
BAGIKAN
ilutrasi harga minyak mentah 
Sumber: Antara
ilutrasi harga minyak mentah Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke tren bullish. Didukung oleh ultimatum Rusia untuk menyetop pasokan energi, dan proyeksi positif dari EIA akan permintaan yang lebih tinggi pada 2023. Meski demikian, pembatasan dan penguncian di berbagai kota di Tiongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (7/9/2022) kembali menegaskan komitmennya untuk tidak akan memasok energi dalam bentuk apapun ke negara yang ikut memberlakukan batasan harga pada ekspor minyak dan gas Rusia. Putin menambahkan bahwa permintaan di Asia cukup untuk menggantikan kehilangan porsi ekspor pasar Eropa, jika embargo benar-benar terjadi.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan bulanan Outlook Energi Jangka Pendek yang dirilis hari Rabu, badan statistik energi AS, Energy Information Administration (EIA), memperkirakan permintaan minyak mentah global akan meningkat pada kuartal keempat tahun ini dan kuartal pertama tahun depan, dipicu oleh kenaikan harga gas alam yang mendorong negara-negara beralih ke minyak untuk sumber energi pemanas di musim dingin.

“Produksi minyak AS juga diperkirakan akan lebih rendah tahun ini. Selain itu, EIA memperkirakan harga minyak melayang di kisaran US$ 90-100 per barel hingga akhir tahun depan, tetapi memperingatkan kemungkinan volatilitas harga masih cukup tinggi,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (8/9/2022).  

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan berbagai kota di Tiongkok seperti Nanjing, Wuxi, dan kota-kota besar di provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada hari Rabu menghimbau penduduk untuk tidak meninggalkan kota selama festival pertengahan musim gugur yang berlangsung dari hari Sabtu hingga Senin mendatang. Selain itu, penguncian di kota barat daya Chengdu, yang diharapkan akan dicabut pada hari Rabu, justru memperpanjang masa penguncian, dan belum ada pengumuman lebih lanjut mengenai rencana mengakhiri penguncian tersebut.

Dari sisi pasokan, Tim Research and Development ICDX mengatakan, grup industri American Petroleum Institute (API) merilis laporan mingguan terbaru yang menunjukkan persediaan minyak mentah melonjak naik sebesar 3,65 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 September. Kenaikan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu. Meski demikian, pasar masih menanti data resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh EIA.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 87 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 77 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Emiten Ini Gandeng ABC Lithium Garap Baterai Motor Listrik

Entitas Grup MCAS melakukan kerja sama strategis dengan ABC Lithium dalam pengadaan dan perakitan baterai kendaraan listrik.
Market 20 menit yang lalu

Laba Bersih Jasa Armada (IPCM) Naik 10%

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan laba bersih sebesar Rp 150,6 miliar pada 2022, meningkat 10% dari tahun lalu
International 30 menit yang lalu

Goldman Sachs Rombak Kepemimpinan di Grup Pembiayaan EMEA

Goldman Sachs Group Inc. mengubah pembiayaan global, setelah bank Wall Street gabungkan perbankan investasi dan bisnis perdagangannya.
Market 34 menit yang lalu

Bidik Pertumbuhan Kinerja, Siloam (SILO) Terapkan 4 Pilar Strategis

SILO menerapkan 4 pilar untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan
Market 48 menit yang lalu

Incar Marketing Sales Rp 4,9 Triliun, Lippo Karawaci (LPKR) Andalkan Proyek Properti di Lippo Village

LPKR mengandalkan penjualan properti di Lippo Village untuk membidik marketing sales Rp 4,9 triliun tahun ini
Copyright © 2023 Investor.id