Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Autopedia (ASLC). (Foto: PT Autopedia Sukses Lestari Tbk)

Ilustrasi Autopedia (ASLC). (Foto: PT Autopedia Sukses Lestari Tbk)

Lelang Mobil Bekas Ramai, Saham Autopedia (ASLC) Bisa Kasih Cuan 66,6%

Minggu, 18 September 2022 | 11:59 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), perusahaan lelang dan perdagangan eceran mobil bekas, berpotensi melanjutkan kinerja yang lebih baik pada semester II-2022. Hal itu seiring meningkatnya transaksi lelang mobil bekas.

Dukungan dari PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) selaku induk usaha bakal makin memperkuat posisi Autopedia dari kompetitornya. Adapun ASSA adalah perusahaan jasa transportasi milik Grup Triputra, kelompok usaha yang didirikan oleh TP Rachmat.

Baca juga: Penjualan Mobil Mulai Pulih, Autopedia (ASLC) Targetkan Transaksi 1.750-2.000 Mobil di 2022

Analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond dan Willinoy mengungkapkan, pada 30 Agustus 2022, mereka mengunjungi titik kontak Caroline di Pondok Pinang, Jakarta, yang merupakan bagian dari kompleks perkantoran ASSA Rent, serta situs lelang JBA Indonesia di Kalideres. Kesimpulannya, Caroline akan terus memperluas kehadirannya dengan meningkatkan titik kontak/sentuh (touch point) di sejumlah kota besar.

Titik sentuh Caroline adalah titik temu bagi semua pihak, baik itu penjual dan pembeli mobil, untuk memeriksa mobil yang ingin mereka jual atau beli, sekaligus memungkinkan Caroline melayani pelanggan offline yang ingin membeli mobil bekas yang tersedia pada saat itu. Sederhananya, fungsinya mirip dengan dealer mobil bekas offline, dengan beberapa perwakilan penjualan yang siap melayani pelanggan potensial.

Baca juga: Penjualan Autopedia (ASLC) Melompat, Tapi...

Menurut Richardson dan Willinoy, ini adalah salah satu strategi utama Autopedia untuk meningkatkan kehadiran bisnis mereka dengan memperluas titik kontak, karena perusahaan percaya bahwa bisnis mobil bekas memerlukan keseimbangan kehadiran online dan offline.

“Manajemen menargetkan memiliki total 23-25 titik kontak hingga akhir tahun. Autopedia juga sedang membangun flagship store baru di Gading Serpong, yang diharapkan selesai pada kuartal IV-2022 dan akan mulai beroperasi pada kuartal I-2023,” tulis Richardson dan Willinoy dalam risetnya.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Lakukan Terobosan di Aplikasi Anteraja, Apa Itu?

Pada kuartal I-2022, Caroline melaporkan 225 penjualan mobil bekas (112 unit per bulan), sementara penjualan meningkat menjadi 359 (120 unit per bulan) pada kuartal II-2022. Penjualan mobil bekas via Caroline dilaporkan mencapai 240 unit pada Juli 2022 saja atau naik dua kali lipat dari rata-rata penjualan bulanan pada kuartal II-2022.

“Kami mengantisipasi bahwa tren pertumbuhan positif akan terus berlanjut, dengan penjualan Agustus yang diharapkan akan meningkat adalah cabang terbesar JBA, meliputi area seluas 4,4 hektare dan menampung lebih dari 1.500 unit lelang mulai dari mobil penumpang hingga kendaraan komersial hingga alat berat,” ungkap Richardson dan Willinoy.

Mereka melihat bahwa kegiatan lelang sekarang berlangsung secara hybrid (offline dan online). Autopedia melalui JBA meluncurkan aplikasi lelang online. Ada 541 mobil, yang akan dilelang 200 unit. Perlu dicatat bahwa perusahaan mengharapkan penjualan via Caroline mencapai 1.750-2.000 unit pada akhir tahun 2022.

Baca juga: Ada Anak Usaha GOTO di Adi Sarana Logistik dan Anteraja Milik Grup Triputra

Mengingat pasar roda empat (4W) saat ini, di mana harga mobil baru telah naik, ada peluang untuk meningkatkan transaksi mobil bekas karena pengguna menjual mobil lama mereka dengan harga yang menguntungkan dan menggunakan hasilnya untuk membeli mobil baru. Sesi lelang cabang JBA Jakarta Raya didominasi oleh peserta lelang online.

Setelah penjualan mobil baru yang kuat tahun ini, emiten berkode saham ASLC ini memperkirakan volumenya akan pulih karena pasokan dari perusahaan leasing pulih tahun depan. Meski demikian, ASLC melalui JBA tengah menggalakkan strategi baru yang lebih fokus pada segmen dealer yang mulai tumbuh dan secara bertahap mengimbangi penurunan pasokan dari segmen leasing car. ASLC mengharapkan peserta dealer untuk berkontribusi 30% dari total volume lelang pada akhir 2022.

Selanjutnya, ASLC bermaksud menaikkan biaya lelang untuk pembeli menjadi Rp 3 juta dari sebelumnya Rp 2 juta, sekaligus menurunkan biaya lelang penjualan menjadi 1,2% dari sebelumnya 1,5-2,5%.

Baca juga: Samudera Indonesia (SMDR) Investasi 20% di Platform Digital Logistik Kalbe (KLBF)

“Kami melihat lebih sedikit dampak pada keuangan karena berfungsi sebagai ukuran penyeimbang. Inisiatif ini, di sisi lain, diharapkan dapat menarik lebih banyak penjual dealer dan meningkatkan aktivitas penjual di JBA,” sebut Richardson dan Willinoy.

Dengan berbagai faktor tersebut, Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASLC dengan target harga Rp 300. Sementara itu, pada perdagangan Jumat (16/9/2022), saham ASLC ditutup melemah Rp 2 (1,1%) ke level Rp 180. Dengan demikian, potensi cuan ASLC mencapai 66,6%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com