Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi  harga minyak
Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Chengdu Mulai New Normal, Harga Minyak Ikut Terdongkrak

Senin, 19 Sep 2022 | 10:48 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen positif dari pengumuman kota Chengdu yang akan memulai aktifitas new normal mulai 19 September, serta potensi penurunan pasokan minyak dari Nigeria.

Setelah pencabutan penguncian pada 15 September, kota Chengdu di Tiongkok barat daya berencana untuk memulai fase new normal secara bertahap mulai hari Senin (19/9/2022), ungkap pernyataan dari otoritas kota Chengdu pada hari Minggu.

Baca juga: Harga Minyak Naik Tipis, Tapi Catat Penurunan Mingguan

Tim Research and Development ICDX menilai, berita tersebut memicu optimisme akan kembali meningkatnya aktivitas ekonomi di kota terbesar keenam dengan peringkat PDB terbesar ketiga di Tiongkok, yang sekaligus akan turut membantu meningkatkan permintaan bahan bakar dengan dimulainya kembali transportasi umum dan pribadi. Secara keseluruhan, Tiongkok melaporkan 990 kasus infeksi baru untuk 18 September, turun dibanding 1,189 kasus pada sehari sebelumnya.

Advertisement

Tim Research and Development ICDX menyebut, turut mendukung pergerakan harga minyak, kapal Bonga di Nigeria yang memiliki kapasitas produksi serta penyimpanan sebesar lebih dari 200 ribu bph dan 150 juta kaki kubik gas per hari dijadwalkan akan menjalani pemeliharaan pada bulan Oktober, ungkap juru bicara Shell Nigeria Exploration, and Production Company Limited (SNEPCo) pada hari Minggu.

Baca juga: Minyak Terkoreksi Naik Tipis Didukung Beberapa Sentimen Positif

“Dalam pernyataannya, SNEPCo tidak menyebutkan berapa lama pemeliharaan unit apung Bonga akan berlangsung, yang memicu kekhawatiran akan terjadi penurunan pasokan minyak dari Nigeria dalam beberapa waktu dekat,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu melontarkan pernyataan bahwa pasukan AS akan membela Taiwan jika terjadi invasi oleh Tiongkok. Pernyataan Biden tersebut berpotensi memicu kembali meningkatnya tensi antara kedua negara raksasa ekonomi utama dunia itu, karena Taiwan merupakan isu yang sangat sensitif bagi Tiongkok.

Baca juga: Minyak Merosot Lebih dari 3%

Dari Irak, Basrah Oil Company pada hari Sabtu mengumumkan bahwa operasi pemuatan dan ekspor minyak dari pelabuhan Basrah kembali berlangsung normal pasca penghentian operasi pada hari Jumat akibat tumpahan minyak. Pelabuhan Basrah sendiri memiliki kapasitas ekspor hingga 1.8 juta bph.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 80 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com