Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Naik Tipis tapi Masih Labil, Kenapa?

Senin, 19 Sep 2022 | 12:48 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - IHSG sempat bergerak labil pada perdagangan sesi I, Senin (19/9/2022). Akhirnya, IHSG ditutup naik tipis 7,93 poin (0,11%) ke level 7.176,8. Kenapa?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan IHSG bergerak variatif dimana tekanan eksternal turut menekan perdagangan saham hari ini. Sebab, bursa regional Asia mayoritas terpangkas ke zona merah hal ini seiring sikap pelaku pasar dan investor yang cenderung menanti keputusan The Fed sehubungan dengan suku bunga acuan. Meskipun pasar sudah memprediksi kebijakan agresif The Fed yang akan menaikan suku bunga acuannya untuk melawan inflasi.

Baca juga: Saham Emiten Grup Bakrie Kembali Berguguran, Dimotori BUMI, ENRG, BRMS, dan BNBR

“Kenaikan tersebut berpotensi diikuti oleh bank sentral global sehingga pertumbuhan ekonomi global akan melambat,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (19/9/2022).

Advertisement

Sebelumnya, lembaga Goldman Sach dalam risetnya memangkas pertumbuhan GDP Amerika Serikat (AS) untuk tahun 2023 dimana di prediksi GDP 1,1% dari sebelumnya 1,5%. Hal ini seiring dengan kebijakan pengetatan The Fed yang lebih agresif sepanjang sisa tahun ini dan melihat tingkat pengangguran lebih tinggi.

Baca juga: Ini Jajaran Saham Catat Untung di Atas 9%, Diantaranya SLIS dan RICY

Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pada data yang dihimpun Bank Indonesia (BI) periode 12 September 2022 hingga 15 September 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 0,15 triliun.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pencapaian tersebut tidak terlepas Bank Indonesia dan Pemerintah dan otoritas terkait memperkuat kordinasi dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Baca juga: Saham Sektor Energi Anjlok, IHSG Ditutup Naik Tipis

“BBNI. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 8.825-9.200. Sedangkan PER: 9,43x dan PBV: 1,23x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com