Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi kegiatan PT Black Diamond Resources Tbk. (Perseroan)

Ilustrasi kegiatan PT Black Diamond Resources Tbk. (Perseroan)

Saham Black Diamond (COAL) Terbang Tinggi lagi, Konglomerat Ini Bisa Cuan hingga Rp 1 Triliun

Rabu, 21 September 2022 | 17:27 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) ditutup melesat 25% ke Rp 515 pada perdagangan Rabu (21/9/2022). Saham COAL pertama kali dicatatkan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/9/2022).

Sebelumnya, Black Diamond menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan harga Rp 100 per saham.

Baca juga: Antam (ANTM) Bidik Perusahaan Patungan CBL dan LG Diteken Kuartal IV-2022

Adapun komposisi pemegang saham perseroan setelah IPO adalah 42% dimiliki oleh Sujaka Lays, 24% dimiliki PT Esa Gemilang, Arie Rinaldi 6%, PT Alam Tulus Abadi 4%, Herry Sen 4%, dan 20% dimiliki masyarakat.

Secara jumlah saham, konglomerat Sujaka menggenggam langsung saham COAL sebanyak 2.625.000.000 saham. Selain itu, presiden direktur PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) tersebut menguasai COAL lewat Alam Tulus Abadi. Pasalnya, Sujaka mengempit 99% saham Alam Tulus Abadi dan 1% sisanya dipegang Marvin Lays.

Jika menggunakan asumsi harga IPO, maka nilai kepemilikan Sujaka atas Black Diamond secara langsung mencapai Rp 262,5 miliar pada saat IPO. Dan, dengan mengacu pada penutupan COAL pada Rabu  (21/9/2022) ini, nilai kepemilikan langsung Sujaka atas saham COAL meningkat jadi Rp 1,351 triliun. Artinya, setelah dua pekan COAL listing, Sujaka memperoleh capital gain hingga Rp 1,08 triliun. Hal itu dengan asumsi Sujaka tetap tidak menjual saham COAL yang digenggamnya sejak COAL perdana listing.

Baca juga: Pemodal Besar Mau Masuk Bumi Resources (BUMI), Diberi Harga Rp 120 per Saham, kok Bisa?

Untuk diketahui, nama Sujaka Lays dan PT Alam Tulus Abadi tidak ada dalam daftar pemegang saham COAL yang terkena lock up. Sedangkan, PT Esa Gemilang, Arie Rinaldi, dan Herry Sen termasuk pemegang saham yang dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan sahamnya sampai dengan 8 bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Sujaka Lays merupakan warga negara Indonesia yang lahir di Jakarta pada 30 Juni 1981. Saat ini usianya 41 tahun. Dia memperoleh gelar diploma di Perth Western Australia pada tahun 1999. Mengawali karir sejak tahun 1999 sampai sekarang sebagai direktur utama di PT Sampit International. Pada tahun 2017 sebagai direktur utama pada PT Alam Tulus Abadi.

Baca juga: Net Sell Rp 911,45 Miliar, Lima Saham Ini Dilepas Investor Asing

Dalam laporan tahunan INCF, Sujaka bergabung dengan Indo Komoditi Korpora sejak 11 November 2015 sampai sekarang. Dan, menjabat presiden direktur INCF berdasarkan Akta No. 10 tanggal 20 Juli 2017 yang dibuat oleh Elly Halida, S.H. Notaris di Jakarta.

Sementara itu, Black Diamond Resources didirikan pada 27 Maret 2017. Saat itu, struktur kepemilikan awal Black Diamond adalah Sujaka Lays 99,95% dan Marvin Lays 0,05%. Setelah itu, struktur kepemilikan COAL mengalami beberapa kali perubahan pada tahun 2020 dan juga pada tahun 2021, hingga akhirnya menggelar IPO.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com