Menu
Sign in
@ Contact
Search
Penandatanganan Perjanian Kerja Sama Volta MCAS-Group dan PT Pos Logistik yang dilakukan oleh Iwan Suryaputra dan Adrian Cholid (kiri ke kanan)

Penandatanganan Perjanian Kerja Sama Volta MCAS-Group dan PT Pos Logistik yang dilakukan oleh Iwan Suryaputra dan Adrian Cholid (kiri ke kanan)

Pemerintah Bahas Skema Insentif Kendaraan Listrik, Begini Dampaknya bagi M Cash (MCAS)

Senin, 26 Sep 2022 | 09:30 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT M Cash Intgrasi Tbk (MCAS) akan menjadi satu dari beberapa perusahaan yang paling diuntungkan atas upaya pemerintah untuk menggenjot penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Apalagi setelah kementerian keuangan berencana membahas pemberian insentif produksi dan penjualan mobil listrik di Indonesia.

Baca juga: Gandeng PFN, Anak Usaha MCAS Hadirkan Imersif XR Studio Pertama di Indonesia

Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus mengatakan, kementerian energi dan kementerian keuangan disebut tengah berdiskusi terkait skema mobil listrik di Indonesia. “Isu ini akan menjadi katalis positif terhadap kendaraan listrik. Harga jual kendaraan listrik di Indonesia berpotensi lebih murah didukung berbagai skema, dibandingkan dengan kendaraan konvensional lainnya,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, hari ini.

Berdasarkan data, harga kendaraan listrik masih tergolong mahal. Misalnya, harga sepeda motor listrik Volta mencpai Rp 14,9 juta atau lebih murah 1% dari harga jual sepeda motor termurah berbahan bakar bensin Revo X (motor dengan harga paling murah saat ini). Namun dengan adanya insentif dari pemerintah, harga jual motor listrik bakal lebih murah dan akhirnya bisa meningkatkan pangsa pasarnya di Indonesia.

Advertisement

Baca juga: Gandeng MCAS Group, Pos Logistik Fasilitasi Penyewaan Motor Listrik

Sejumlah berita tersebut akan berimbas positif terhadap M Cash selaku pengendali saham sepeda motor listrik Volta.

Selain faktor tersebut, perseroan mendapatkan dukungan sentimen positif dari PT Digital Mediatama Mazima Tbk (DMMX), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang periklanan digital. MCAS secara tidak langsung menguasai sebanyak 29,3% saham DMMX melalui PT NFCX. Digital Mediatama telah berkolaborasi dengan Trans F&B untuk pemanfaatkan sistem managemen cloud. Sebagaimana diketahui Trans F&B memiliki lebih dari 500 gerai Coffe Bean dan Baskin Robbins. Digital Mediatama juga NFCX juga telah bermintra dengan Indomaret Fresh .

Baca juga: M Cash (MCAS) Jalankan Strategi Pendongkrak Pendapatan Jadi Rp 15 Triliun

Sentimen positif juga datang dari keberhasilan perseron mencetak lonjakan kinerja keuangan hingga akhir semester I-2022. Pendapatan naik tipis dari Rp 6,26 triliun menjadi Rp 6,31 triliun. Sedangkan laba bersih turun dari Rp 48 miliar menjadi Rp 17 miliar.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MCAS dengan target harga Rp 18.300, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu Rp 11.850 per saham. Target tersebut didasarkan EV/Sales tahun 2023 sekitar 1 kali. Target tersebut menggambarkan masa depan kendaraan listrik. Sedangkan pemulihan ekonomi akan menopang seluruh bisnis perseroan tahun ini.
 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com