Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi minyak
Sumber: Antara

Ilustrasi minyak Sumber: Antara

Kekhawatiran Pasokan Energi Eropa Mereda, Harga Minyak Ikut Bearish

Senin, 26 Sep 2022 | 11:05 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish. Dibayangi oleh sentimen negatif antara lain isyarat UE untuk tidak menerapkan batas harga pada Rusia, kerjasama energi antara UEA dengan Jerman, dan pasokan gas ke Eropa yang tetap berlangsung stabil.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam paket baru sanksi Uni Eropa (UE) terhadap Rusia, kemungkinan besar tidak akan menargetkan pembatasan harga minyak Rusia seperti yang didesak oleh para pemimpin G7, ungkap berita dari Radio Svoboda pada hari Minggu.

Dalam paket sanksi kedelapan tersebut, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, beberapa negara anggota UE seperti Polandia, Irlandia, Latvia, Lithuania, dan Estonia, menuntut peningkatan sanksi terhadap sektor energi Rusia antara lain embargo gas alam cair (LPG), pembatasan kerja sama di bidang energi nuklir, pelarangan layanan asuransi, pengetatan pembatasan transaksi kripto, pelarangan penggunaan produk dari perusahaan Rusia Kaspersky Lab di UE, dan mengecualikan sejumlah besar bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT, dimulai dengan Gazprombank.

Baca juga: Minyak Anjlok 5%, Level Terendah Delapan Bulan

Advertisement

“Rencananya, para pemimpin UE akan bertemu di Praha pada 6-7 Oktober mendatang guna membahas lebih lanjut mengenai sanksi baru ini,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (26/9/2022).

Tim Research and Development ICDX menyebut, sentimen yang membebani pergerakan harga minyak juga datang dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan, yang diberitakan telah menandatangani perjanjian dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang isinya mencakup percepatan keamanan energi dan pertumbuhan industri, ungkap kantor berita negara (WAM) pada hari Minggu.

Baca juga: Penguatan Harga Minyak Dibayangi Ancaman Resesi Global

Melalui perjanjian tersebut, perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) nantinya akan memasok gas alam cair (LNG) ke utilitas Jerman RWE, dimana pengiriman pertama akan dimulai pada akhir 2022 nanti. “Berita tersebut meredam kekhawatiran akan keamanan pasokan energi di Eropa saat berlakunya embargo terhadap Rusia pada bulan Desember nanti,” papar Tim Research and Development ICDX.

Lebih lanjut Tim Research and Development ICDX mengatakan, turut meredam kekhawatiran akan pasokan energi di Eropa, perusahaan Gazprom Rusia pada hari Minggu menyatakan akan menjaga kestabilan pasokan gas ke Eropa dengan tetap memasok 42.4 juta meter kubik gas ke Eropa, tingkat yang sama untuk penyaluran dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Pasokan Rusia

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX mennyebut, dukungan terhadap harga minyak datang dari berita bahwa kapasitas penyulingan minyak utama Rusia direvisi turun sebesar 3.6% menjadi 4.23 juta ton untuk bulan September. Revisi tersebut menyusul beberapa perubahan terkait jadwal perawatan kilang minyak Rusia.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com