Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI). (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI). (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Sentimen Negatif Ini Bikin IHSG Terjerembap 1,22%

Senin, 26 Sep 2022 | 12:33 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dibuka datar di level 7.178, IHSG tenggelam di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (26/9/2022). IHSG terjerembap 87,59 poin (1,22%) ke level 7.090,99. Hal itu terjadi karena tekanan sentimen negatif, baik eksternal dan dalam negeri. Apa saja sentimen itu?

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, IHSG melemah seiring dengan tekanan sentimen eksternal bursa regional Asia mayoritas mengalami koreksi. Hal ini seiring sikap pelaku pasar yang tampaknya merespon kebijakan pemerintah dan bank sentral Inggris. Setelah pemerintah Inggris mengumumkan serangkaian kebijakan stimulus di antaranya penurunan pajak dan Bank of England menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Baca juga: IHSG Terjerembap, Saham-saham Ini Malah Melesat di Atas 9%

“Langkah tersebut sebagai upaya dalam menghadapi resesi ekonomi. Pasar memandang hal ini sebagai sinyal potensi resesi global mungkin bisa terjadi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (26/9/2022).  

Advertisement

Tidak hanya itu, Pilarmas Investindo Sekuritas  menambahkan, pelaku pasar juga memperhatikan data dari The au Jibun Bank Jepan tentang indeks manufaktur Jepang yang turun menjadi 51 pada September 2022 dari 51,5 akhir pada Agustus. Hal itu terjadi seiring meningkatnya tantangan ekonomi dan dampak cuaca buruk sehingga baik output dan pesanan baru berada di wilayah kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut, karena harga yang tinggi  mengurangi permintaan untuk barang-barang Jepang.

Baca juga: Kampus Mulai Offline, PP Properti (PPRO) Siapkan Apartemen Full Furnished

“Pada saat yang sama, pesanan ekspor baru di Jepang juga  terus turun,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pasar cenderung nanti rilis data inflasi hal ini seiring kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia yang menaikan suku bunga acuannya. Sehingga pasar berspekulasi inflasi bulan ini akan lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Saham Sektor Energi Anjlok 3,87%, IHSG Tenggelam di Zona Merah

Ditambah lagi, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam outlook-nya menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan hanya akan tumbuh 5% secara tahunan. Angka itu lebih rendah dari prediksi sebelumnya sebesar 5,2%. Hal ini seiring ada peningkatan ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan global, yang mempengaruhi kondisi perekonomian dalam negeri Indonesia.

“TLKM. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 4.350-4.490. Serta, PER: 16,42x dan PBV: 2,97x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com