Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustasi token LUNA

Ilustasi token LUNA

Pasar Kripto Mulai Kinclong, LUNC dan LUNA Jadi Primadona

Selasa, 27 September 2022 | 09:41 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto pada Selasa (27/9/2022) pagi ini menunjukkan kenaikan dan berbanding terbalik dengan indeks saham AS yang sedang buruk performanya. Pasar kripto kembali bergairah setelah volume trading Bitcoin pada Senin (26/9/2022) menguat. Primadona pada perdagangan  pagi ini disematkan ke duo token jaringan Terra, yaitu Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA),

Trader Tokocrypto Afid Sugiono memprediksi, kuat dugaan turunnya nilai indeks Dolar AS (DXY) ternyata semakin pada Selasa pagi, membuat investor kripto bergairah. Nilai DXY diketahui berada di 113,82 pada pukul 09.00 WIB, turun 0,25% dibanding sehari sebelumnya.

Baca juga: Ini Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak

Di samping itu, investor kembali akumulasi karena harga Bitcoin di kisaran US$ 18.000 atau sekitar Rp 272 juta kemarin dianggap sebagai titik bottom, karena lama bertahan di level tersebut, maka dijadikanlah kesempatan untuk melakukan aksi borong. Seketika harga BTC kembali reli ke ambang level US$ 19.000 setelah delapan hari turun.

“Kemudian, mengingat hubungan BTC dan Ethereum yang kuat, tidak mengherankan bahwa ETH bergerak bersama-sama dengan BTC, baik dalam harga maupun volume perdagangan selama akhir pekan. ETH merebut kembali angka US$ 1.300 yang penting secara psikologis,” katanya dalam keterangannya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Ini Alasan Terra Luna Classic Ungguli Bitcoin Selama 30 Hari Terakhir

Kenaikan volume perdagangan ini dimaknai sebagai tanda positif. Namun dalam jangka pendek, BTC terus diperdagangkan dalam kisaran yang relatif ketat, bergantian antara hari naik dan turun.

Pasalnya, ancaman resesi dan sikap The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya hingga tahun depan, sepertinya akan menjadi pendorong utama investor untuk menghindari pasar aset berisiko. Akibatnya, ada kemungkinan reli aset kripto kali ini hanya berlangsung singkat.

Baca juga: Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia, Bisakah Diperdagangkan?

Dari analisis teknikalnya, apabila BTC berhasil bounce, target naik terdekat berada pada level US$ 19.891. Sementara, major support terkuatnya ada di level US$ 19.949, jika mengalami penurunan.

Sementara, ETH menargetkan kenaikan sampai level US$ 1.430 yang saat ini menjadi resistance. Major support terdekat kini berada di harga US$ 1.294.

Adapun primadona market kripto Selasa pagi ini disematkan ke duo token jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), yang masing-masing sukses meroket 48,73% dan 23,88% dalam 24 terakhir.

Baca juga: LUNA 2.0 Anjlok 70-an% Tak LamaSetelah Debut, Kini Stabil di US$ 5-an Per Token

Nilai kedua token tersebut melesat setelah Binance mengungkap skema baru burn koin LUNC untuk menguras jumlah pasokannya di platform tersebut.

“Ini secara efektif mengurangi token dari suplai yang beredar, yang biasanya bullish untuk aksi harga. Keputusan itu merupakan permintaan komunitas Terra yang ingin memulihkan reputasi LUNC setelah nilai stablecoin UST dan LUNC longsor,” pungkasnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com