Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nilai tukar Rupiah, Sumber : Antara

Nilai tukar Rupiah, Sumber : Antara

BI Gerak Cepat, Rupiah Ditutup Menguat Tipis 5 Poin

Selasa, 27 September 2022 | 15:17 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pada penutupan pasar Selasa (27/9/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 5 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp 15.124 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.129.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp. 15.110 - Rp. 15.150,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Was-was Sebentar Lagi Menuju Rp 15.250

Rupiah masih dihantui oleh adanya ekspektasi bahwa dunia akan mencapai jurang resesi secara bersama-sama pada tahun 2023, dimana resesi tersebut disebabkan oleh inflasi yang tinggi, serta tingginya harga pangan dan energi di beberapa negara baik di benua Eropa maupun Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut yang menjadikan tingginya inflasi di sejumlah negara sehingga memacu bank sentral di negara-negara maju untuk menaikan suku bunga acuan dan memperketat likuiditaas. Kebijakan tersebut akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga negara berkembang pun akan merasakan efek dari kenaikan suku bunga itu.

Baca juga: Rupiah Dibuka Makin Melemah ke Posisi Rp 15.148 per Dolar AS

“Apabila bank sentral di seluruh dunia secara kompak melakukan kenaikan suku bunga yang cukup ekstrim, maka resesi dunia pada 2023 kemungkinan tidak dapat dielakkan. Negara-negara maju cukup cepat dan ekstrim sehingga memukul pertumbuhan negara-negara berkembang, karena suku bunga acuan di beberapa negara sendiri sudah tercatat naik sangat agresif,” kata Ibrahim.

Sebagai informasi, suku bunga acuan di Inggris telah mencapai 2,25 persen atau naik 200 basis points (bps), kemungkinan masih akan menaikan dalam tahun ini. Sedangkan AS telah mencapai 3,25 persen setelah naik sebesar 300 bps.Bahkan jumlah ini akan bisa bertambah karena diperkirakan AS akan menaikan suku bungannya kembali sebanyak 75 basis poin.

Baca juga: Dana Asing Terus Keluar Tembus Rp 149,7 Triliun, Rupiah Terperosok Rp 15.129/US$

Pada kuartal II-2022, pertumbuhan ekonomi Tiongkok, AS, Jerman dan Inggris sudah mengalami koreksi. Ini menjadikan banyak kemungkinan yang akan berlanjut sampai akhir tahun dan resesi muncul di tahun depan.

“Namun mata uang garuda kembali menguat tipis akibat pemerintah dan BI terus melakukan intervensi baik melalui bauran strategi maupun pasar valas dan obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF),” ujar Ibrahim.

Baca juga: Rupiah Kian Melemah, Masuk Babak Baru di Rp 15.100-an

Sedangkan, indeks dolar AS sedikit mundur setelah mencapai level tertinggi baru 20 tahun pada hari Senin. Kekalahan di sebagian besar kelas aset lainnya dan kenaikan suku bunga mendorong permintaan safe haven greenback, membantu mata uang itu sebagai pembelian safe haven pilihan tahun ini.

Fokus sekarang pada pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu untuk isyarat lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS. Powell telah memberikan nada yang sangat hawkish selama pertemuan The Fed minggu lalu.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com