Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Direktur dan CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk Ishak Chandra, saat memberikan penjelasan proyek terbarunya, dalam acara media gathering, (Foto: Imam Mudzakir/Investor Daily)

Presiden Direktur dan CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk Ishak Chandra, saat memberikan penjelasan proyek terbarunya, dalam acara media gathering, (Foto: Imam Mudzakir/Investor Daily)

Perintis Triniti Properti Fokus Garap Mega Proyek  Rp 25 Triliun

Selasa, 27 Sep 2022 | 16:58 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) berpotensi meraup Gross Development Value (GDV) hingga Rp 25 triliun dalam 10 tahun mendatang, dari tiga mega proyek yang sedang digarap. Tak berhenti sampai di situ, perseroan tengah menyiapkan berbagai pipeline proyek di beberapa wilayah pengembangan baru di Indonesia, yang pasti akan meningkatkan GDV perseroan.

Presiden Direktur sekaligus CEO PT Perintis Triniti Properti Ishak Chandra menjelaskan, ketiga proyek besar tersebut yakni proyek rumah tapak bernama Sequoia Hill yang berlokasi di Sentul, kemudian Holdwell Business Park yang berlokasi di Lampung, dan kawasan pariwisata Tanamori yang berlokasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. 

Ia menyebutkan, ketiga proyek baru perseroan yang berada di Lampung dan Sentul ini memiliki konsep yang disesuaikan dengan strategi perseroan yang saat ini lebih berfokus pada landed house, business park, data centre dan niche market project seperti Tanamori Labuan Bajo, yang difokuskan untuk menjadi proyek destinasi wisata kelas dunia. 

”Kami tahun ini sudah siap untuk me-launch ke 3 projek baru kami. Ini dimulai dengan soft launch Sequoia Hill Sentul 1 bulan yang lalu,” ucapnya dalam media gathering, Selasa (27/9/22).

Advertisement

Cluster I Ludes 
Akibat tingginya permintaan dari proyek rumah tapak yang berlokasi di Sentul tersebut, kata  Ishak, membuat cluster pertama di Sequoia Hill ludes. Saat ini, perseroan mulai memasarkan cluster keduanya yakni Earth Ville. 

Pemasaran cluster perdana Sequoia Hills ini berkontribusi cukup besar bagi marketing revenue perseroan hingga bulan Agustus 2022. "Proyek Sequoia Hills memiliki kontribusi sebesar Rp 300,2 miliar. Kontribusi ini setara dengan 48% dari seluruh marketing revenue perseroan hingga Agustus 2022. Target marketing sales perseroan hingga akhir tahun ini adalah sebesar Rp 900 miliar, sampai Agustus sudah tercapai 69,3%," paparnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut, proyek lainya seperti Holdwell Business Park (HBP), yang merupakan proyek bangunan komersial seluas 13,5 hektare di pusat Kota Bandar Lampung. HBP merupakan business park pertama di Lampung, yang terdiri dari storage house multifungsi, SOHO, dan shophouse. Selain itu, ada proyek Tanamori yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur, yang diproyeksikan mengusung konsep pariwisata yang berkelanjutan.

Target Revenue
Pada tahun ini, Ishak menargetkan marketing revenue hingga Rp 1,05 triliun, naik 220% dibandingkan dengan marketing revenue sepanjang tahun 2021. Setelah 2,5 tahun tidak bisa membukukan pendapatan sama sekali, lanjut dia, perusahaan mengharapkan akhir tahun 2022 bisa membukukan pendapatan dan keuntungan, karena proses serah terima Collins Boulevard sudah dimulai sejak September 2022.

"Kontribusi marketing revenue perseroan terutama diperoleh dari proyek terbaru yang berlokasi di Sentul, Sequoia Hills, sebesar Rp 300,2 miliar. Kontribusi ini setara dengan 48% dari seluruh penjualan hingga Agustus 2022. Sementara itu, Proyek Collins Boulevard memiliki kontribusi sebesar 24% bagi seluruh pendapatan perseroan di sepanjang tahun 2022," papar Ishak.

Meski mencatatkan marketing revenue yang sesuai target, lanjut dia, pendapatan perseroan belum bisa dibukukan sejak tahun 2020 dikarenakan implementasi PSAK 72, di mana pencatatan penjualan baru dapat dilakukan setelah serah terima unit. Saat ini, kebanyakan proyek perseroan sedang dalam tahap pembangunan, sehingga perseroan belum dapat mencatatnya sebagai pendapatan sejak tahun 2020 hingga semester pertama tahun 2022.

"Kerugian perseroan sebesar Rp 29,36 miliar saat ini, bukan dikarenakan utang yang menumpuk, terlebih terkait debt to equity ratio (DER) perseroan masih memiliki kemampuan pembayaran yang cukup baik. Sementara itu, peningkatan liabilitas terjadi dikarenakan penjualan perseroan di tahun 2022 naik tinggi, di mana uang muka pelanggan masuk ke dalam komponen utang lancar. Ini karena perseroan belum dapat membukukan sebagai pendapatan, sehingga posisinya masih di uang muka," kata Ishak.

Pendapatan perseroan diproyeksi sudah bisa dicatatkan mulai kuartal III-2022, dikarenakan sudah dimulainya serah terima unit Collins Boulevard secara bertahap, yang dimulai pada Agustus 2022. Hal ini diproyeksikan membuat laporan keuangan perseroan tahun 2022 mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba yang signifikan seiring perseroan sudah dapat mengakui penjualan.

Editor : Ester Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com