Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Perseroan)

PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Perseroan)

Progres Pengembangan Smelter Sesuai Perkiraan, Saham Vale (INCO) Direvisi Naik

Kamis, 29 September 2022 | 09:42 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah memperoleh keputusan investasi final atau final investment decision (FID) proyek smelter berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi. Proyek ini ditargetkan tuntas pada 2025.

Baca juga: Garap Proyek Sorowako, Vale (INCO) Bidik Produksi 60 Ribu Ton Nikel per Tahun

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan, aktivitas pertambangan di proyek tersebut ditargetkan mulai tahun depan dan operasional smelter diperkirakan mulai tahun 2025. Berita tersebut bisa menjadi daya tarik bagi pergerakan harga saham perseroan.

Perseroan sebelumnya telah mendandatangani memorandum dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company (Huayou) untuk mengembangkan pembangunan proyek smelter HPAL di Pomalaa dengan kapaistas 120 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Produk ini dapat diolah menjadi bahan untuk komponen baterai, misalnya untuk kendaraan listrik.

Baca juga: Permisi... Vale (INCO) Mau Garap Megaproyek Rp 127 Triliun!

Sedangkan keputusan akhir pengembangan proyek tersebut ditargetkan bulan depan dan operasional pertambangan ditargetkan mulai tahun depan. Pertambangan biji nikel tersebut sebagai bahan baku untuk produksi HPAL.

Perseroan juga sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan Huayou untuk pembangunan HPAL di Sorowako. Studi kelayakan proyek telah dimulai sejak awal tahun ini. HPAL ini akan memprodses limonite menjadi MHP dengan kapasitas 60 ribu ton. “Kami meyakini bahwa timeline pembangunan proyek tersebut segera diumumkan paling cepat awal tahun depan,” terangnya.

Baca juga: Vale Indonesia (INCO) Sepakati Proyek Nikel US$ 2,1 Miliar dengan Shandong Xinhai dan Baowu Steel

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham INCO dari Rp 6.300 menjadi Rp 7.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan keberlanjutkan proyek HPAL

Terkait kinerja keuangan perseoran, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan lonjakan laba bersih Vale menjadi US$ 257 juta tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu US$ 184 juta. Pendapatan perseroan juga diprediksi melesat menjadi US$ 1,17 miliar pada 2022, dibandingkan tahun 2021 senilai US$ 953 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com